banner 500x188

GERTAKK di Cangkuang, Saeful Bachri Dorong Pemanfaatan Lahan Kritis untuk Ketahanan Pangan

Saeful Bachri, menghadiri kegiatan GERTAKK (Gerakan Tanam Kakao dan Kelapa) yang digelar di Pondok Pesantren Al Mukhlis.
Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat Saeful Bachri.

JuaraNews, Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Saeful Bachri, menghadiri kegiatan GERTAKK (Gerakan Tanam Kakao dan Kelapa) yang digelar di Pondok Pesantren Al Mukhlis, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pemanfaatan lahan kritis melalui pendekatan pertanian berkelanjutan.

Program GERTAKK merupakan inisiatif kolaboratif yang mendapat dukungan penuh dari Zulkifli Hasan serta Dadang Supriatna. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Baca Juga: Polda Jabar Selidiki Dugaan Pelanggaran Hukum Pemanfaatan Lahan di Pasirlangu

Dalam kesempatan tersebut, Saeful Bachri menekankan pentingnya optimalisasi lahan kritis agar dapat memberikan manfaat produktif bagi warga.

Menurutnya, pemanfaatan lahan melalui penanaman komoditas seperti kakao dan kelapa menjadi solusi strategis yang berdampak jangka panjang.

“Penanaman kakao dan kelapa di lahan kritis tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Saeful.

Baca Juga: Syaeful Bachri Dorong Pengembangan Kakao di Jawa Barat, Petani Disiapkan Benih Gratis

Ia menambahkan, program seperti GERTAKK tidak hanya berfokus pada aspek pertanian semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan program ini mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Syaeful Bachri Dorong Pengembangan Kakao di Jawa Barat, Petani Disiapkan Benih Gratis

Kegiatan ini juga disambut antusias oleh masyarakat dan kalangan pesantren yang melihat adanya peluang pengembangan ekonomi berbasis pertanian di wilayah tersebut.

“Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus diperluas ke berbagai daerah lain di Kabupaten Bandung, khususnya pada wilayah dengan lahan kritis yang belum termanfaatkan secara optimal,” pungkas Saeful Bachri. (dsp)