JuaraNews, Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati, menegaskan komitmennya mendorong hilirisasi komoditas garam di Kabupaten Indramayu.
Ia menilai selama ini potensi besar garam daerah masih terjebak pada penjualan bahan mentah dengan nilai ekonomi rendah, sehingga kesejahteraan petani belum meningkat signifikan.
Dalam Dialog Rakyat di Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Bangodua, Minggu (8/2/2026), Ratnawati menyampaikan rencana strategis pembangunan pabrik mini garam di wilayah Losarang.
Simak Juga: Anggota Komisi II DPRD Jabar Dorong Hilirisasi Untuk Kesejahteraan Petani
Peluang Besar dari Kebutuhan Sehari-hari
Menurutnya, langkah ini penting agar masyarakat pesisir tidak lagi hanya menjual hasil panen ke tengkulak, tetapi mampu mengolah dan memasarkan garam kemasan sendiri dengan nilai jual lebih tinggi.
“Saya ingin masyarakat, khususnya ibu-ibu di Losarang, bisa memproduksi dan menjual garam kemasan ke warung-warung hingga pasar yang lebih luas. Garam adalah kebutuhan pokok harian, pasarnya besar dan stabil. Ini peluang ekonomi yang harus kita tangkap,” tegas Ratnawati.
Ia menekankan, pembangunan pabrik mini tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Simak Juga: Pabrik Plastik di Cibolerang Bandung Terbakar, Asap Hitam Menyebar hingga 15 Km
Dengan pengelolaan yang terorganisir dan profesional, Ratnawati optimistis petani garam Indramayu dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat posisi tawar di pasar.
Ratnawati berharap rencana ini menjadi titik awal kebangkitan industri garam rakyat di Indramayu, sehingga potensi lokal benar-benar memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (dsp)







