JuaraNews, Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syaeful Bachri, berencana mengembangkan tanaman kakao di Kabupaten Bandung serta seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Langkah ini diambil untuk menghidupkan kembali komoditas kakao yang dinilai memiliki potensi besar namun selama ini mulai terlupakan oleh para petani.
Menurut Syaeful Bachri, kakao memiliki peluang ekonomi yang sangat menjanjikan. Tidak hanya dibutuhkan industri makanan dan minuman lokal, permintaan kakao juga datang dari pasar internasional. Selain itu, produk berbahan dasar kakao dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak balita hingga orang dewasa.
Baca Juga: Program MBG Dongkrak Ekonomi Desa, Saeful Bachri Minta Warga Aktif di Rantai Pasok
“Kakao memiliki pasar yang sangat luas dan berkelanjutan. Ini peluang besar bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Syaeful Bachri.
Sebagai bentuk keseriusan, Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrat yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung ini akan memulai penanaman di wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat, sekaligus disertai pembagian benih kakao secara gratis kepada para petani.
“Kami ingin petani melihat peluang besar ini. Benih kakao akan dibagikan secara gratis dan bersumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.
Baca Juga: Ratnawati Tegaskan Komitmen Perjuangkan Petani Jabar
Syaeful Bachri menuturkan, saat ini jumlah petani kakao di Jawa Barat sudah sangat berkurang dan sebagian besar hanya tersisa di wilayah Garut. Padahal, selain bernilai ekonomis, tanaman kakao juga memiliki manfaat konservasi karena mampu tumbuh dengan baik di lahan dengan ketinggian di bawah 1.000 meter, sekitar 700 meter dari permukaan laut.
“Dari sisi ekonomi dan konservasi, kakao sangat cocok dikembangkan. Tanaman ini bisa tumbuh di lahan yang tidak berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter,” ungkapnya.
Melalui program ini, Syaeful Bachri berharap kakao dapat menjadi komoditas unggulan baru di Jawa Barat, selain kopi. Ia menargetkan penanaman sekitar 80.000 hingga 100.000 pohon kakao di Kabupaten Bandung dan wilayah lainnya di Jawa Barat.
“Kami ingin kakao menjadi primadona baru bagi petani Jawa Barat,” pungkasnya. (dsp)






