banner 500x188

Ratnawati Ajak Pelajar Cirebon Pahami Demokrasi Sejak Dini

Hj. Ratnawati, mengajak pelajar sekolah menengah memahami demokrasi sejak dini agar generasi muda mampu menyalurkan aspirasi.
Ratnawati Ajak Pelajar Cirebon Pahami Demokrasi Sejak Dini. (foto: istimewa)

JuaraNews, Bandung – Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Ratnawati, mengajak pelajar sekolah menengah memahami demokrasi sejak dini agar generasi muda mampu menyalurkan aspirasi secara tepat dan bertanggung jawab.

Ratnawati menyampaikan pesan tersebut saat menggelar kegiatan pendidikan demokrasi di SMAN 1 Beber, Kabupaten Cirebon, Jumat (13/2/2026).

Dalam paparannya, Ratnawati menekankan bahwa demonstrasi merupakan hak setiap warga negara. Namun, ia mengingatkan pelajar agar menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang benar dan tidak melibatkan tindakan perusakan fasilitas publik.

Simak Juga: Saeful Bachri: Pendidikan Demokrasi sebagai Dasar Warga Negara Kritis

“Berdemonstrasi dan menyampaikan protes itu boleh, tapi ada salurannya. Jangan sampai terulang kejadian seperti tahun lalu, baik di Kabupaten Cirebon maupun di Jawa Barat, yang berujung anarkis hingga membakar fasilitas negara,” ujar Ratnawati.

Ia menilai aksi anarkis justru membawa dampak kerugian bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus mengalihkan anggaran pembangunan untuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak akibat tindakan tersebut.

“Yang rugi itu masyarakat. Anggaran untuk membangun jalan, sekolah, dan fasilitas publik lainnya akhirnya dipakai kembali untuk memperbaiki gedung DPRD yang rusak,” katanya.

Simak Juga: Jam Malam Pelajar Masih Berlaku, Pemkot Bandung Siap Evaluasi dan Awasi Gang

Pemahaman Kewenangan Jadi Kunci Aspirasi Tepat Sasaran

Ratnawati juga mengingatkan pelajar agar memahami sasaran yang tepat saat menyampaikan aspirasi. Ia menjelaskan bahwa tidak semua produk hukum berada dalam kewenangan DPRD provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kalau undang-undang itu kewenangannya DPR RI,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ratnawati menjelaskan bahwa pendidikan demokrasi bertujuan menanamkan kesadaran, pemahaman, dan keterampilan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa. Ia menilai nilai musyawarah, toleransi, dan kedaulatan rakyat perlu diperkenalkan sejak dini agar pelajar tidak bersikap apatis terhadap politik.

Simak Juga: Berapa Biaya Perpanjangan SIM di Bandung? Ini Rinciannya

Menurutnya, kehidupan sehari-hari selalu berkaitan dengan aturan, mulai dari lingkungan sekolah hingga kehidupan beragama dan bernegara. Pemahaman tersebut diharapkan membentuk karakter generasi muda yang kritis, beretika, dan bertanggung jawab.

“Ini bagian dari peran DPRD dalam pendidikan demokrasi. Anak-anak muda jangan sampai apatis terhadap politik,” tuturnya.

Melalui kegiatan pendidikan demokrasi ini, DPRD Jawa Barat mendorong pelajar memahami perbedaan kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah sekaligus menumbuhkan budaya demokrasi yang tertib dan beretika di kalangan generasi muda. (dsp)