banner 500x188

Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno 2026

JuaraNews, Bandung – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung, menggelar Rapat Pleno 2026 di The Kamalaya Hotel, Kota Bandung, Kamis (16/4/2026).

Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, mengatakan rapat pleno tersebut sebagai langkah awal dalam mempersiapkan Kota Bandung menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026.

“Kita menyelenggarakan rapat pleno yang membahas langkah-langkah dan strategi apa yang akan kita ambil untuk mensukseskan Kota Bandung sebagai tuan rumah sekaligus meraih prestasi sebagai juara umum,” kata Yadi Sofyan.

Menurutnya, keberhasilan sebagai tuan rumah tidak hanya diukur dari aspek penyelenggaraan, tetapi juga dari capaian prestasi atlet.

Baca Juga: Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Peparda VII 2026, NPCI Kota Bandung Kebut Persiapan

“Keberhasilan penyelenggaraan dan pencapaian prestasi menjadi dua fokus utama yang harus berjalan seimbang,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, NPCI Kota Bandung menempatkan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) sebagai prioritas utama dalam pembentukan kontingen.

Binpres memiliki peran strategis dalam memastikan proses seleksi dan pembinaan atlet berjalan optimal sehingga menghasilkan tim yang kompetitif dan siap bersaing.

“Program kita saat ini diutamakan pada Binpres untuk pembentukan kontingen yang tangguh,” jelasnya.

Baca Juga: KONI Jabar dan Sulawesi Tengah Bahas Penguatan Pembinaan Prestasi Jelang PON NTB-NTT

NPCI Kota Bandung akan segera menggelar seleksi dalam waktu dekat, guna menjaring atlet dan mereka yang lolos bakal mengikuti pemusatan latihan cabang (pelatcab) yang dijadwalkan bulan Juni 2026.

Pelaksanaan pelatcab akan berlangsung hingga mendekati hari pelaksanaan pertandingan.

Meski begitu, tidak semua atlet yang masuk pada tahap awal akan secara otomatis bertahan hingga akhir.

Karena, akan diterapkan sistem promosi dan degradasi, hal itu dilakukan agar semuanya memiliki motivasi menampilkan permainan terbaik.

Baca Juga: Jelang Porprov XV 2026, KONI Jabar Tegaskan Kesiapan Tuan Rumah

“Pelatcab dimulai dari bulan Juni sampai hari pelaksanaan, tetapi tidak otomatis semua atlet bertahan. Akan ada sistem promosi dan degradasi untuk menjaga kualitas tim,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, selain membahas pembentukan kontingen, rapat pleno juga menjadi wadah untuk menampung berbagai masukan dari cabang olahraga.

“Kami telah mendengarkan laporan dari masing-masing cabang olahraga terkait jumlah atlet, target medali, serta berbagai kendala dan usulan yang nantinya akan diputuskan dalam pleno,” ungkap Yadi.

Sebanyak 250 Atlet akan Mengikuti Pelatcab

NPCI Kota Bandung memperkirakan sekitar 250 atlet akan mengikuti pelatcab. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan ajang Peparda sebelumnya.

“Estimasi kita ada sekitar 250 atlet yang akan mengikuti pelatcab. Ini merupakan penambahan dari Peparda sebelumnya yang berjumlah sekitar 220 atlet,” jelasnya.

Pihaknya juga menyoroti tantangan keterbatasan anggaran yang dihadapi NPCI Kota Bandung.

Kondisi ini berdampak pada durasi pelatcab yang dijadwalkan selama 10 bulan, namun kini hanya dapat dilaksanakan sekitar empat hingga lima bulan.

“Dengan anggaran yang minim, kita tidak bisa berbuat banyak, terutama dalam pelaksanaan pelatcab. Namun, jika ada tambahan anggaran melalui perubahan anggaran, durasi pelatcab bisa kembali diperpanjang,” ujarnya.

Yadi menegaskan, seluruh usulan dan masukan dari cabang olahraga akan dirumuskan bersama Bidang Binpres untuk menghasilkan strategi yang komprehensif.

“Kesimpulannya, semua usulan akan kita tampung dan rumuskan bersama Binpres untuk menyusun strategi terbaik. Intinya, kita berupaya maksimal agar Kota Bandung dapat meraih gelar juara umum,” tegasnya.