banner 500x188

Eratkan Silaturahmi, Legenda Persib Beri Motivasi Pemain Muda IPI GS di Momen Buka Bersama

Sebanyak 200 siswa SSB IPI GS meramaikan acara silaturahmi dan buka puasa bersama di Rumah Sadu, Soreang, Kamis (12/3/2026).
Momen kebersamaan terlihat saat pemilik, siswa, orang tua, dan pelatih SSB IPI GS berfoto bersama pada acara silaturahmi dan buka puasa bersama di Rumah Sadu, Soreang, Kamis (12/3/2026). (Foto: istimewa)

JuaraNews, Bandung – Sekitar 200 siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) IPI GS (Independent Pasundan Indonesia Geger Sunten) meramaikan kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Roemah Sadoe Resto, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan motivasi bagi para pemain muda yang tengah meniti karier di dunia sepak bola.

Pemilik SSB IPI GS, Taufik Fathurohman, menyebut bahwa pihaknya menghadirkan sejumlah legenda Persib Bandung seperti Zaenal Arif dan Patito. Kehadiran mereka bertujuan memberikan motivasi langsung agar para siswa semakin semangat berlatih.

Baca Juga: Dirjen Bangda: Peningkatan Etos Kerja ASN Kunci Mewujudkan Welfare State Prabowo

“Kami berharap kehadiran para legenda ini mampu membangkitkan semangat pemain muda agar suatu saat dapat mengikuti jejak seniornya memperkuat tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat,” ungkap Taufik.

Taufik menjelaskan, dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun terakhir, IPI Pasundan terus berkembang dan meraih kepercayaan masyarakat. Saat ini, pengelola bahkan menggunakan empat lapangan latihan untuk menampung jumlah siswa yang terus bertambah.

“Sejak berdiri pada 1948, IPI konsisten menyumbangkan pemain untuk Persib Bandung sebagai salah satu klub internal. Pembinaan IPI melahirkan sejumlah nama besar, di antaranya Wowo, Witarsa, Farkim, hingga Indra Tohir,” kata Taufik yang juga seorang budayawan dan penulis sastra/buku pelajaran bahasa Sunda.

Baca Juga: Perkuat Soliditas Jelang Ramadan, SSB IPI-GS Gelar Munggahan Bersama Orang Tua

Kontribusi itu terus berlanjut pada generasi berikutnya melalui pemain seperti Fatnawi, Adi Abdillah, Deden Hermawan, Usep Munandar, Dudi Sunardi, Rendi, hingga pemain muda Malik yang kini mulai menjalani latihan bersama pelatih Bojan Hodak.

Tak hanya itu, akademi profesional Persib Bandung juga merekrut beberapa pemain binaan IPI di berbagai kelompok usia. Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi IPI GS untuk terus menjaga kepercayaan para orang tua siswa.

Legenda Persib Bandung, Zaenal Arif, menilai langkah IPI GS sebagai terobosan positif dalam pembinaan sepak bola usia dini.

Baca Juga: Seri 2 MilkLife Soccer Challenge Bergulir, Bayan Peduli Ambil Peran di Kalimantan

Masa Depan Skuad Profesional

Menurutnya, pembinaan yang terencana dan berjenjang akan sangat membantu klub profesional seperti Persib Bandung dalam menemukan talenta-talenta muda berbakat.

“Kalau klub menjalankan pembinaan secara serius dan konsisten, tentu Persib sendiri yang akan memetik untungnya. Klub tidak akan kesulitan mencari pemain berkualitas di masa depan,” ujarnya.

Ia juga berharap klub-klub internal lainnya di Jawa Barat melakukan langkah serupa. Hal ini bertujuan agar proses pencarian talenta untuk berbagai kompetisi usia muda, seperti Piala Suratin hingga Elite Pro Academy, berjalan lebih maksimal.

Baca Juga: Dialog Politik Mahasiswa, Saeful Bachri Buka Ruang Diskusi di DPC Demokrat

Sementara itu, legenda Persib Bandung, Coach Deden Hermawan, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina IPI GS, menegaskan tekadnya untuk terus mendorong pengembangan sepak bola usia dini.

Menurutnya, IPI GS siap menjadi wadah pembinaan sepak bola anak yang mengutamakan kedisiplinan dan pembentukan karakter, selain kemampuan teknis.

“IPI GS siap menjadi tempat pembinaan pemain muda yang terdepan, disiplin, dan berkarakter,” katanya.

Komunikasi Dua Arah, Kunci Sukses Atlet

Senada dengan itu, Coach Tito menyebut kegiatan silaturahmi dan buka bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pihak sekolah sepak bola dan orang tua siswa.

Ia menekankan bahwa dukungan keluarga menjadi faktor penentu keberhasilan pembinaan, selain latihan di lapangan. Menurutnya, pemain muda wajib memiliki empat poin penting untuk berkembang: komitmen, disiplin, determinasi, dan konsistensi.

Baca Juga: Saeful Bachri Apresiasi Turnamen Basket Antar Pelajar, Dorong Pembinaan Klub di Kabupaten Bandung

“Jika anak-anak memiliki empat hal itu, mereka sudah mengantongi modal besar untuk berkembang di dunia sepak bola,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, IPI GS berharap dapat terus mencetak pemain-pemain muda berbakat yang kelak mampu memperkuat Persib Bandung sekaligus mengharumkan sepak bola Jawa Barat. (dsp)