JuaraNews, Bandung – Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Buky meminta warga tidak menganggap abu vulkanik sebagai debu biasa. Paparan material vulkanik tersebut dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan, mata, dan kulit.
Imbauan tersebut disampaikan Buky melalui unggahan di akun media sosial resminya yang dikutip Juaranews, Senin (7/9/2026).
“Wargi Jawa Barat, mari kita bersama-sama menjaga diri dan keluarga dari potensi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik bukan debu biasa, tetapi dapat berdampak buruk pada kesehatan pernapasan, mata, dan kulit kita,” ujar Buky.
Menurut Buky, kewaspadaan perlu diikuti dengan langkah pencegahan yang disiplin. Salah satunya dengan menggunakan masker ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.
Ia menyebut masker N95 lebih dianjurkan karena mampu menyaring partikel abu vulkanik berukuran kecil. Namun, masker medis juga dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan.
Baca Juga: Buky Wibawa: Rekomendasi LKPJ Gubernur Jabar Acuan Pembangunan dan Anggaran Daerah
Lindungi Mata dan Batasi Aktivitas di Luar
Selain masker, Buky mengingatkan warga menggunakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko iritasi pada mata. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi abu vulkanik mulai menebal.
Jika terkena paparan abu, warga disarankan segera membersihkan mata dan hidung menggunakan air bersih. Kebersihan tangan dan wajah juga perlu dijaga dengan rutin mencucinya.
“Demi menjaga kesehatan bersama, marilah kita disiplin menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti yang tercantum dalam infografis di atas,” katanya.
Buky juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi lingkungan. Abu yang menempel di halaman maupun sekitar rumah sebaiknya dibersihkan menggunakan air secara berkala.
Cara tersebut dinilai penting agar abu tidak kembali beterbangan dan berpotensi terhirup oleh warga.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius 3 Km
Pengendara Diminta Ekstra Hati-hati
Di sisi lain, Buky meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun material lainnya. Aktivitas tersebut dikhawatirkan semakin memperburuk kualitas udara saat terjadi sebaran abu vulkanik.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh para pengendara. Sebaran abu dapat mengganggu jarak pandang sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Buky turut mengingatkan masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih.
“Keselamatan dan kesehatan kita adalah prioritas,” tegasnya. (dsp)







