JuaraNews, Bandung – Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa menyatakankan kesiapannya jika di beri amanat menjadi Ketua Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) periode 2025-2030.
Hal tersebut Buki ungkapkan seusai acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) I ADPSI dan Asosiasi Sekretariat DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ASDEPSI) Tahun 2025 di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (5/5/2025) malam.
Namun menurut Buky, pencalonan dirinya sebagai Ketua ADPSI, baru sebatas usulan dari peserta Munas Asosiasi DPRD tersebut. Kendati demikian, Buky menyatakan kesiapanya jika diberi amanat tersebut.
“Ya harus siap,” tegas ucap Buky kepada wartawan seusai acara pembukaan Munas yang juga di hadiri Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
“Saya kira itu baru aspirasi. Saya kira ini sebuah kepercayaan yang mungkin akan saya terima. Kita lihat saja besok,” sambungnya.
Baca Juga: Budayakan Hidup Bersih, Sekretariat DPRD Jabar Gelar Jumsih
Ia pun mengaku belum tahu siapa saja tokoh yang akan muncul sebagai calon ketua asosiasi DPRD mendatang. “Kita lihatlah, pokoknya lebih-lebih bagus,” sambungnya.
Aspirasi untuk memilih Buky sebagai ketau ADPSI sendiri, awalnya datang dari Ketua APDSI saat ini, Khoerudin yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta. Dalam sambutannya, Khoerudin sempat menyampaikan pantun khusus untuk Buky, sebagai dukungannya agar ketua DPRD Jabar tersebut terpilih sebagai ketua ADPSI.
Menurutnya, Buky yang berasal dari Partai Gerindra, cocok untuk memimpin Asosiasi DPRD Provinsi karena separtai dengan Presiden Prabowo Subianto.
“Insyaallah, karena presidenya dari Gerindra, ketuanya (ADPSI) juga dari Gerindra,” ucap Khoerudin.
Buky sendiri menilai, sosok Ketua ADPSI mendatang harus mampu menyerap dan mengakomodasi aspirasi dari seluruh wilayah Indonesia.
“Yang ketua itu harus selalu mendengar aspirasi dan kepentingan anggotanya. Kita lihat yang hadir hari ini itu, dari ujung Sumatera sampai Papua hadir, mereka membawa berita dan persoalan personal dari daerahnya masing-masing,” beber Buky.
Jika nanti di pilih jadi ketua Asosiasi DPRD Provinsi, jelas Buky, dirinya pun akan mengakomodir persoalan-persoalan daerah di seluruh Indonesia.
“Karena kami anggota dari seluruh Indonesia adalah wakil rakyat yang sudah terbiasa mendengarkan aspirasi masyarakat. Jadi suara mereka itu suara yang benar-benar dari masyarakat,” tegasnya.

Perkuat DPRD melalui Kolaborasi Lintas Daerah
Ia juga menegaskan pentingnya menyuarakan berbagai persoalan daerah kepada pemerintah pusat secara terstruktur.
“Oleh karena itu, perlu di sampaikan dengan baik ke pemerintah pusat. Semua persoalan personal dari daerah akan di formulasikan untuk mendapatkan solusi-solusi yang di harapkan teman-teman di seluruh Indonesia,” paparnya.
Buky sendiri menilai Munas ini bukan sekadar forum pemilihan. Melainkan cerminan dari di namika kelembagaan yang sehat serta momentum strategis untuk memperkenalkan Jabar sebagai provinsi percontohan dalam tata kelola legislatif.
“Munas ini merupakan wujud nyata dari internal kelembagaan yang sehat. Lebih dari itu, menjadi kesempatan untuk memperkuat pendidikan legislatif di tingkat provinsi,” jelasnya.
Selama 3 hari pelaksanaan Munas, jelas Buky, selain agenda utama memilih Ketua ADPSI yang baru, juga menyusun sejumlah rekomendasi strategis.
Munas ini, menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan arah kerja legislatif nasional dan memperkuat kelembagaan DPRD melalui kolaborasi lintas daerah yang lebih terstruktur dan akomodatif.
“Pertama, jelas agenda pertama pemilihan ketua, setelah itu ada agenda-agenda dan rekomendasi,” sebut Buky. (den)







