banner 500x188

Terjadi Lagi, Puluhan Siswa SMK di KBB Keracunan Massal Usai Konsumsi Menu MBG

Kasus keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kali ini menimpa siswa SMK Pembangunan.
Seorang siswa SMK Pembangunan Bandung Barat, Jawa Barat, terbaring menjalani perawatan di RSUD Cililin seusai mengalami keracunan makanan massal diduga dari menu MBG, Senin (22/9/2025) (foto: istimewa)

JuaraNews, Bandung – Kasus keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kali ini menimpa siswa SMK Pembangunan di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, pada Senin (22/9/2025).

Insiden bermula setelah para siswa mengonsumsi menu dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Tak lama berselang, sejumlah siswa mulai mengeluhkan sakit perut, mual, hingga muntah-muntah.

Salah seorang orang tua siswa, Elan (54), mengaku kaget setelah mendapat kabar anaknya harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga: SMK Pasundan 3 Cimahi Gelar Khitanan Massal, Wujud Kepedulian Sosial Masyarakat

“Anak saya keracunan, katanya habis makan makanan kiriman program MBG. Menunya nasi, ayam, dan tempe. Setelah makan langsung sakit perut,” ungkap Elan.

Anaknya kini mendapat perawatan di IGD RSUD Cililin. “Alhamdulillah sekarang sudah sadar dan bisa diajak bicara,” ucapnya lega.

Jumlah Korban Terus Bertambah

Kapolsek Sindangkerta, Iptu Solehuddin, menyebutkan berdasarkan data awal ada 15 siswa yang mengalami gejala keracunan. Dari jumlah itu, dua dirawat di Puskesmas Cipongkor dan 13 lainnya di RSUD Cililin.

Baca Juga: Dua Anak Disabilitas di Cikalong Wetan Dapat Kejutan Istimewa

“Bisa saja jumlah siswa yang terindikasi bertambah,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan KBB, dr. Lia N. Sukandar, menyebut laporan terbaru menunjukkan jumlah korban telah mencapai 30 siswa.

“Kami menerima laporan dari Puskesmas dan RS Cililin sekitar pukul 15.23 WIB. Sudah ada 30 siswa keracunan, dan kemungkinan jumlahnya bisa terus bertambah,” tuturnya.

Posko Darurat Disiagakan

Baca Juga: Pemprov Jabar Siapkan 4.600 Dapur MBG Tahun Ini

Dinkes KBB telah menyiapkan sejumlah posko darurat untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

“Posko utama ada di Puskesmas Cipongkor sebagai pusat penanganan awal. Kami juga menyiapkan Kantor Kecamatan Cipongkor untuk koordinasi dan logistik, serta Puskesmas Citalem dan Gununghalu sebagai fasilitas rujukan,” jelas dr. Lia.

Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti dugaan keracunan massal yang kembali mencoreng pelaksanaan program MBG di Bandung Barat. (dsp)