banner 500x188

Ribuan Pekerja Pariwisata Kena PHK, Gubernur Dedi Mulyadi Tetap Larang Study Tour

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku geram dengan aksi pengrusakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bobotoh usai Persib
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

JuaraNews, Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan tegas menyatakan tidak akan mencabut larangan kegiatan study tour sekolah. Meskipun kebijakannya tersebut menuai banyak protes dari kalangan pariwisata.

Diketahui, Imbas larangan study tour ini banyak pelaku usaha pariwisata melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya. Salah satunya penyebabnya yakni sepinya orang untuk berwisata, khususnya yang di laksanakan anak sekolah.

Baca Juga:Tanggapi Polemik Studi Tour, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Sampaikan Usulan Field Trip

“Kalau saya sih tetap pada sikap yang saya miliki bahwa study tour itu nggak boleh,” kata Dedi Mulyadi, Jumat (29/8/2025).

Menurutnya, andai terjadi penurunan jumlah pariwisata, tetap tidak di perkenankan mengandalkan siswa sekolah sebagai objek utama pariwisata. Tetapi katanya, harus di benahi manajemen kepariwisataannya.

“Tapi jangan menjadikan anak sekolah sebagai objek kepariwisataan tetapi kita benahi manajemen Kepariwisataannya,” ujarnya.

Lalu, kata dia, perbaikan juga harus di lakukan dari sisi infrastrukturnya. Termasuk beberapa hal yang mencoreng ekosistem pariwisata, misalnya soal pungli. “Enggak boleh ada parkir liar mahal, kemudian juga enggak boleh lagi orang berkunjung ke warung kemudian digetok, ” tuturnya.

Disisi lain, Ketua Serikat Pekerja Pelaku Pariwisata Jawa Barat (SP3JB), Herdis Subarja mengungkapkan larangan study tour oleh Gubernur Dedi Mulyadi berdampak ke pelaku pariwisata.

“Gegara kebijakan larangan study tour berpengaruh pada usaha penginapan, UMKM, sektor pariwisata lainnya di Jawa Barat,” katanya dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Selain itu, imbas larangan study tour, SP3JB mencatat, hingga 1 Agustus 2025 sebanyak 2.552 pekerja pariwisata kehilangan pekerjaannya. Angka tersebut kini meningkat menjadi lebih dari 5 ribu pekerja yang terkena PHK.

Baca Juga:Erwin Tegaskan Larang Siswa Tak Ber-SIM Bawa Kendaraan ke Sekolah

“Ekonomi usaha dan bisnis UMKM kepariwisataan di Jawa Barat, semakin terpuruk akibat kebijakan tersebut. Bahkan, banyak sektor usaha pariwisata yang akhirnya bangkrut,” ungkapnya. (Bas)