JuaraNews, Bandung – Prestasi membanggakan ditorehkan Raihan Mustofa Pangke, atlet istimewa asal Bandung, pada ajang Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Raihan sukses membawa pulang satu medali emas dan satu medali perak dari cabang olahraga atletik.
Atlet berusia 20 tahun itu meraih emas pada nomor lempar turbo dan perak pada nomor tolak peluru. Capaian tersebut menjadi sumbangan bagi kontingen Jawa Barat yang mengoleksi 135 medali dalam kompetisi nasional yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.
Raihan mengaku bahagia atas pencapaian tersebut. Baginya, dua medali yang diraih menjadi hasil dari perjuangan dan semangatnya saat menghadapi persaingan di arena pertandingan.
“Perasaan saya sangat bahagia bisa mendapatkan dua medali,” ungkap Raihan saat menceritakan pengalamannya mengikuti PESONAS II 2026.
Baca Juga: Mahasiswa UPI Rendi Setia Maulana Raih Medali Perak Asian Games 2026 dari Cabang Rowing
Hadapi Cuaca Panas, Raihan Tak Kehilangan Semangat
Perjalanan Raihan menuju podium bukan tanpa tantangan. Cuaca panas yang menyengat selama pertandingan menjadi salah satu kendala yang harus dihadapinya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekad Raihan untuk memberikan kemampuan terbaik. Ia tetap berjuang hingga berhasil meraih dua medali sekaligus membawa pulang kebanggaan bagi Bandung.
Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi Raihan untuk terus mengembangkan kemampuannya, terutama pada nomor lempar. Ia ingin meningkatkan jarak lemparan agar mampu mencatatkan hasil yang lebih baik dalam kompetisi berikutnya.
“Ke depannya, saya ingin lebih berkembang lagi supaya lemparannya bisa lebih jauh dan bisa ikut lomba lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Tampil Perkasa, UNS Solo Sabet Dua Gelar Juara The Nationals 2026
Berharap Prestasi Atlet Istimewa Mendapat Perhatian
Di balik keberhasilannya meraih dua medali, Raihan menyimpan harapan agar pemerintah memberikan perhatian dan apresiasi yang layak kepada para atlet istimewa yang telah berjuang mengharumkan nama daerah.
Ia berharap prestasi yang diraih di ajang nasional tidak sekadar menjadi kebanggaan bagi atlet dan daerah, tetapi juga mendapat pengakuan atas kerja keras serta perjuangan yang telah mereka lakukan.
Harapan tersebut menjadi pengingat pentingnya dukungan terhadap atlet dengan disabilitas intelektual. Kesempatan bertanding, pembinaan berkelanjutan, serta perhatian dari berbagai pihak dapat membantu mereka mengembangkan potensi dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
Sementara itu, kontingen Jawa Barat menutup partisipasinya di PESONAS II 2026 dengan raihan total 135 medali, terdiri atas 59 emas, 38 perak, dan 38 perunggu.
Perolehan tersebut mencerminkan perjuangan para atlet istimewa Jawa Barat dalam berkompetisi di tingkat nasional. Prestasi mereka sekaligus memperlihatkan bahwa atlet dengan disabilitas intelektual memiliki potensi besar untuk bersaing dan mengukir pencapaian apabila mendapat kesempatan serta dukungan yang memadai.
Bagi Raihan, dua medali dari NTT bukanlah akhir perjalanan. Ia bertekad terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan kembali mengikuti kompetisi untuk meraih prestasi yang lebih baik sekaligus mengharumkan nama Bandung. (dsp)







