banner 500x188

PBSI Jabar Pantau Talenta Muda di Hydroplus Sirnas A 2026

Ketua Harian Pengprov PBSI Jawa Barat, Gianto Hartono. (foto: juaranews/rahman)

JuaraNews, Bandung – Pengprov PBSI Jawa Barat mendapatkan kepercayaan menjadi penyelenggara Hydroplus Sirkuit Nasional A” yang digelar 28 September hingga 3 Oktober 2026 di GOR KONI dan GOR Padjajaran, Kota Bandung.

Kejuaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) A ini digelar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan menjadi salah satu panggung penting pembinaan atlet bulutangkis nasional.

Ketua Harian Pengprov PBSI Jawa Barat, Gianto Hartono, mengatakan Jawa Barat memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk menjadi tuan rumah Sirnas A, di antaranya keberadaan minimal dua atlet yang masih berada di Pelatnas.

“Tiap tahun Jawa Barat, Alhamdulillah, masih mendapat kesempatan. Karena untuk Sirnas A ini salah satu kategorinya masuk Sirnas A minimal harus dua atau lebih atlet yang berada di Pelatnas,” katanya di GOR Bandung, Kota Bandung, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Hydroplus Sirnas A 2026 Bergulir di Bandung, 1.096 Pebulutangkis Siap Bersaing

Lebih lanjut Gianto menuturkan, saat ini Jawa Barat memiliki lebih dari dua atlet yang masih berada di Pelatnas, sehingga menjadi salah satu alasan Jabar dipercaya menjadi tuan rumah Sirnas A.

“Alhamdulillah atlet Jawa Barat lebih dari dua atlet yang masih berada di Pelatnas. Oleh karena itu, makanya setiap tahun Jawa Barat mendapat kesempatan untuk melakukan Sirnas A,” ujarnya.

Penyelenggaraan Sirnas ini selain memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet, juga memberikan manfaat besar bagi Pengprov PBSI Jabar dalam melihat perkembangan kekuatan atletnya.

“Manfaat terbesar karena kita kan jadi punya parameter, punya barometer kekuatan atlet Jawa Barat dibandingkan atlet-atlet lainnya,” ucapnya.

Baca Juga: Tekuk BINUS, UNS Surakarta Berjaya di Campus League Badminton 2026

Sebanyak 1.096 pebulutangkis dari 214 klub di Indonesia bersaing memperebutkan gelar juara dan poin nasional pada Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2026.

Jabar sendiri menurut Gianto memiliki sejumlah klub yang selama ini aktif dalam pembinaan atlet, di antaranya Mutiara dan Taki.

“Event ini biasanya berangkat dari klub-klub yang ada di daerah-daerah besar. Di semua daerah, tapi keberangkatannya atas nama klub. Kalau di Jawa Barat misalnya ada Mutiara, yang kemarin di Mutiara mendapatkan medali emas dua kalau saya tidak salah. Terus kemudian ada Taki, yang kemarin di Sirnas C juga menjuarai,” jelasnya.

Sirnas ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesinambungan pembinaan bulutangkis Jabar.

“Harapan kita ke depannya tentunya akan memberikan kontribusi positif, dari tahun ke tahun bisa menyumbangkan atlet-atlet untuk selalu berada di Pelatnas, itu aja,” kata Gianto.

Menurutnya, Sirnas A tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga memiliki fungsi sebagai tolok ukur pembinaan.

Melalui penyelenggaraan ini PBSI Jabar dapat mengetahui sejauh mana perkembangan atlet sekaligus memetakan kekuatan Jawa Barat dibandingkan daerah lain.

“Kalau enggak ada begini enggak ada parameter, enggak ada barometernya,” pungkasnya.