banner 500x188

PVMBG Pastikan 6 Gunung Api Erupsi Bersamaan Tak Saling Memicu

PVMBG Pastikan 6 Gunung Api Erupsi Bersamaan Tak Saling Memicu
Gedung Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (Foto:Bas)

JuaraNews, Bandung – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan erupsi enam gunung api di Indonesia yang bersamaan pada 31 Agustus 2026 merupakan aktivitas masing-masing gunung, Erupsi tersebut tidak saling berkaitan satu sama lain.

Enam gunung api yang mengalami erupsi yakni Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

Baca Juga:Gunung Semeru Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas dalam Radius 3 Km

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rita Susilawati menjelaskan setiap gunung api memiliki sistem magma dan karakteristik masing-masing.

“Setiap gunung api memiliki sistem magma, karakter, dan perkembangan aktivitasnya sendiri. Kalau bahasa sederhananya dapurnya masing-masing,” kata Rita dalam konferensi pers terkait perkembangan aktivitas gunung api di Indonesia, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, kedekatan waktu erupsi keenam gunung tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya satu proses geologi yang memicu seluruh erupsi secara bersamaan.

Berdasarkan hasil pemantauan, PVMBG tidak menemukan bukti adanya satu proses geologi yang menyebabkan keenam gunung api tersebut erupsi secara serentak.

Baca Juga:PVMBG: Dentuman di Sekitar Gunung Ciremai Bukan Aktivitas Erupsi

“Jadi, masyarakat tidak perlu menganggap bahwa Indonesia sedang mengalami satu rangkaian erupsi besar yang terjadi secara serentak,” ujarnya.

Rita menjelaskan Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Kondisi geologi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api, dengan total 127 gunung api aktif.

Dengan jumlah tersebut, erupsi sejumlah gunung api dalam waktu yang berdekatan merupakan bagian dari dinamika aktivitas vulkanik Indonesia.

Baca Juga:Menko AHY Dorong Kunci Bersama Jadi Model Pengembangan Kawasan Terintegrasi di Indonesia

“PVMBG melakukan pemantauan aktivitas gunung api selama 24 jam melalui jaringan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) dan berbagai peralatan pemantauan yang dipasang di lapangan,” tandasnya. (*)