JuaraNews, Bandung – Anton Sukartono Suratto optimistis terpilih kembali sebagai ketua DPD Partai Demokrat Jabar pada Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Demokrat Jabar di Bandung, 14 Agustus mendatang.
Anton optimistis setelah 27 DPC Demokrat se-Jabar mengantarkannya mencalonkan kembali sebagai ketua DPD Demokrat Jabar, Kamis (13/8/2026). Ia mengatakan, dukungan tersebut bertambah setelah dirinya resmi mendaftarkan diri dalam proses penjaringan calon Ketua DPD Demokrat Jabar.
“Awalnya saya punya modal 24 DPC, tapi pada saat hadir sekarang ternyata dukungan saya bertambah tiga, jadi full 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat mendukung saya. Jadi insya Allah aklamasi,” kata Anton di Kantor DPD Demokrat Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Kota Bandung, Kamis (13/8/2026).
Ketua DPD Demokrat Jabar periode 2022-2026 tersebut mengaku, dirinya memutuskan mendaftar setelah sejak dibukanya pendaftaran pada 10 Agustus hingga beberapa hari berikutnya belum ada kandidat lain yang mendaftarkan diri.
“Pembukaan dari tanggal 10 sampai tanggal 16. Tanggal 10 belum ada yang daftar, tanggal 11 belum ada yang daftar, tanggal 12 lama-lama, ya sudah kalau gitu saya daftar,” ucapnya.
Baca Juga: Musda VI Demokrat Jabar Digelar 24 Agustus, Pendaftaran Calon Ketua DPD Segera Dibuka
Jika kembali dipercaya memimpin Demokrat Jabar, Anton mengaku memiliki pekerjaan rumah untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang mercy tersebut di Jawa Barat. Menurutnya, Demokrat Jabar harus kembali menjadi kekuatan politik yang mampu bersaing dalam kontestasi pemilu mendatang.
“Ya, kita ada tugas untuk menjadikan Jabar juara. Pada kemarin saya dianggap belum berhasil, makanya itu hutang saya. Mudah-mudahan pada tahun 2029 saya bisa mewujudkan kembali,” tegas Anton.
Anggota DPR RI tersebut mengatakan, pembenahan akan dimulai dari internal partai. Ia menilai struktur organisasi hingga tingkat paling bawah merupakan ujung tombak Demokrat dalam menghadapi kontestasi politik.
“Yang pertama kita ngurus diri sendiri dulu. Namanya PAC, ranting, anak ranting ialah ujung tombaknya kita. Kita urus mereka dulu,” katanya.
Selain memperkuat struktur partai, Anton juga menekankan pentingnya keberadaan saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Menurutnya, saksi tidak cukup hanya disiapkan menjelang pemilu, tetapi harus mendapatkan pelatihan sejak jauh hari agar memahami tugas dan tanggung jawabnya.
“Kita pastikan di tiap TPS pasti harus ada saksi dan terlatih. Bukan hanya saksi yang pada saatnya dibutuhkan baru kita panggil. Jadi tidak ada prajurit yang melatih, yang ada prajurit yang terlatih,” papar Anton.
Karena itu, pihaknya akan mendorong DPC Demokrat di seluruh Jabar menggelar pelatihan saksi hingga apel saksi sebagai bagian dari persiapan menghadapi pemilu mendatang.

Panitia Musda Masih Tunggu Penantang Anton hingga 16 Agustus
Sementara itu, masa pendaftaran calon ketua DPD Demokrat Jabar tersisa tiga hari lagi, dan akan ditutup Minggu (16/8/2026). Hingga Kamis (13/8/2026), panitia Musda baru menerima berkas pendaftaran dari satu bakal calon, yakni Anton Sukartono Suratto.
Sekretaris Steering Committee (SC) Musda Demokrat Jabar, Jenal Arifin mengatakan Anton menjadi kandidat pertama yang telah resmi mendaftarkan diri hingga hari keempat masa pendaftaran.
“Hari ini alhamdulillah kami jajaran Steering Committee Musda VI DPD Provinsi Jawa Barat baru saja menerima salah satu, bukan salah satu ya, beliau adalah incumbent. Hari ini masih tetap menjadi Ketua DPD, Anton Sukartono Suratto,” ujar Jenal di Kantor DPD Demokrat Jabar, Kamis (13/8/2026).
Meski baru satu kandidat yang mendaftar, Jenal menegaskan kontestasi masih terbuka bagi kader Demokrat lainnya yang ingin maju sebagai calon ketua DPD Demokrat Jabar. Menurut dia, seluruh kader memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan hingga batas akhir pendaftaran pada Minggu (16/8/2026).
“Kita akan menutup pendaftaran pada hari Minggu, tanggal 16 Agustus nanti. Mudah-mudahan masih ada kader Demokrat yang mau berkhidmat di Jawa Barat untuk menjadi peserta calon Ketua DPD Jawa Barat,” katanya.
Baca Juga: Partai Demokrat Jawa Barat Siap Gelar ‘Lomba Rakyat’
Jenal menjelaskan, kader yang ingin maju wajib memenuhi persyaratan administrasi, termasuk memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat serta memperoleh surat dukungan resmi dari pemegang hak suara.
“Siapa saja, seluruh kader silakan. Yang penting dia melengkapi persyaratan dokumen kelengkapan awal pendaftaran. Yang kedua juga surat dukungan dari pemegang suara,” jelasnya.
Adapun pemegang suara dalam Musda terdiri atas DPC, DPD, dan DPP Partai Demokrat. Karena itu, bukti keanggotaan partai dan surat dukungan resmi dari pemilik suara menjadi salah satu persyaratan penting bagi bakal calon.
“Bukti normatifnya adalah satu KTA, ber-KTA Partai Demokrat. Yang kedua, ada surat dukungan resmi dari pemilik suara. Itu saja sebenarnya,” pungkas Jenal. (den)







