JuaraNews, Bandung – Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung resmi meluncurkan inovasi DRAINTRACK (Pemetaan Partisipatif Infrastruktur Jalan dan Drainase Berbasis Strava dalam Perencanaan Pembangunan), Jumat (3/7/2026).
Program ini menjadi langkah baru dalam menghadirkan perencanaan pembangunan yang lebih akurat, transparan, dan berbasis data lapangan.
Peluncuran DRAINTRACK dihadiri seluruh elemen kewilayahan, mulai dari Ketua RW dan RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, PKK, hingga berbagai mitra kelurahan. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama membangun sistem perencanaan yang tidak lagi bertumpu pada asumsi, melainkan berdasarkan data yang terukur.
Baca Juga: Pemkot Bandung Akselerasi Pembersihan Drainase, Antisipasi Banjir di Musim Hujan
Inovasi tersebut digagas oleh Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pasanggrahan, Faiman, sebagai bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP). Melalui DRAINTRACK, para Ketua RT dilibatkan secara aktif untuk mengumpulkan data kondisi jalan dan drainase menggunakan aplikasi Strava melalui telepon pintar saat menyusuri wilayah masing-masing.
Selain merekam titik koordinat, proses pendataan juga dilengkapi dengan pengisian Google Form yang memuat informasi teknis, seperti panjang, lebar, kedalaman saluran, hingga jenis konstruksi dan material yang digunakan. Seluruh pengukuran dilakukan langsung di lapangan menggunakan meteran agar menghasilkan data yang lebih presisi.
Faiman menjelaskan, setiap data yang terkumpul tidak langsung digunakan, tetapi terlebih dahulu melalui proses pembersihan dan verifikasi digital. Data lintasan dari Strava dicocokkan dengan foto bergeotag untuk meminimalkan kesalahan akibat gangguan sinyal GPS, terutama di kawasan permukiman padat.
Baca Juga: Perbaikan Infrastruktur Bandung Berjalan Bertahap, Jalan dan Drainase Masih Jadi Fokus Utama
“Integritas keuangan negara bermula dari kejujuran data hulu. Perencanaan yang buruk selalu lahir dari data yang kabur, dan Draintrack hadir untuk memastikan setiap usulan pembangunan di Pasanggrahan benar-benar menjadi prioritas yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Setelah melalui proses validasi, seluruh data kemudian dikonversi ke dalam format KML/KMZ dan divisualisasikan melalui Google My Maps sehingga menghasilkan peta digital yang informatif dan mudah digunakan sebagai dasar penyusunan program pembangunan.
Sementara itu, Lurah Pasanggrahan, Ulfah Sari, menyatakan inovasi tersebut akan meningkatkan kualitas penentuan prioritas pembangunan di wilayahnya. Menurutnya, kerusakan jalan lingkungan kerap dipicu oleh sistem drainase yang tidak lagi mampu menampung debit air akibat sedimentasi.
Baca Juga: Genjot Perbaikan Infrastruktur, Pemkot Bandung Prioritaskan Tiga Indikator Utama
“Memperbaiki jalan tanpa membenahi drainase di bawahnya adalah cerminan perencanaan yang tidak efektif dan berujung pada pemborosan anggaran. Inovasi ini memberikan kemudahan bagi kami dalam memperoleh data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan transparan,” tegasnya.
Peluncuran DRAINTRACK menjadi bukti bahwa inovasi di tingkat kelurahan mampu mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih profesional dan berbasis teknologi. Ke depan, sistem ini diharapkan dapat menjaga kualitas perencanaan pembangunan di Kelurahan Pasanggrahan secara mandiri, akuntabel, dan berkelanjutan, sehingga setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. (dsp)







