JuaraNews, Bandung – Liga Karate Antar Pelajar Tahun 2026 yang diikuti sebanyak 1.000 atlet di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, 29–31 Mei 2026 mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak.
Kejuaraan ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang yang memberikan peluang kepada atlet berprestasi untuk tampil di tingkat internasional.
Sebagai bentuk pengembangan program, panitia berencana meningkatkan kuota atlet yang akan diberangkatkan ke kejuaraan internasional, jika sebelumnya hanya tiga kali ini bertambah menjadi empat.
Perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Tini Sugiartini yang menjabat pejabat Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengatakan kejuaraan ini merupakan ajang bergengsi.
Baca Juga: Ratusan Peserta Ikuti Kejurnas Gojuryu Karate-Do Association Indonesia 2026
Selain itu, memiliki sistem pembinaan berkelanjutan bagi atlet muda, bahkan atlet dari liga ini berpeluang tampil di level internasional.
“Saya ucapan terima kasih sebelumnya kepada DND yang sudah konsisten melaksanakan kegiatan sampai Liga Karate Pelajar Seri 1 tahun 2026. Berarti kan 2025 sudah berjalan, ya. Dan kami mengikuti terus,” ucapnya, Sabtu (30/5/2026).
Pelaksanaan Liga Karate Antar Pelajar tahun 2026 akan digelar dalam tiga seri sepanjang tahun. Melalui sistem tersebut, diharapkan dapat menjaring atlet-atlet terbaik untuk dipersiapkan mengikuti berbagai kejuaraan internasional.
“Dan dengan adanya kegiatan ini, mudah-mudahan melahirkan jiwa kompetisi yang sportivitas, sehingga anak-anak kita tidak hanya terbangun dalam meraih prestasi kejuaraan karatenya saja,” ujarnya.
Baca Juara: Liga Karate Antar Pelajar Seri 1 2026 Resmi Dibuka, Siapkan Wakil Indonesia ke Kancah Internasional
“Tapi terbangun karakter-karater yang diharapkan oleh pendidikan Jawa Barat, yaitu karakter Panca Waluya. Yang cageur, bageur, bener, pinter, tur singger,” harapannya.
Hal senada disampaikan juga oleh perwakilan dari Dispora Jabar, Gumelar Agusman selaku Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga.
“Intinya, kegiatan seperti ini itu seperti pemantik. Di mana ketika ada salah satu seperti Liga Karate ini yang dilaksanakan oleh DND, pemantik untuk dojo-dojo ini melaksanakan proses latihan yang sistematis, berkelanjutan, sehingga mereka punya sasaran,” ucapnya.
“Apalagi Liga Karate Pelajar Indonesia ini sistemnya seri, di mana setiap seri ada scoringnya, sehingga tadi yang terbaiklah yang akan dikirim ke tingkat yang lebih tinggi di Thailand,” ungkapnya.
Pihaknya sangat mendukung kegiatan ini dan diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet potensial untuk masa yang akan datang.
“Harapannya, dengan liga seperti ini, kami mendapatkan atau bisa menghasilkan karateka yang terbaik untuk dikirim ke tingkat nasional,” harapannya.
Cetak Atlet Berkarakter dan Berprestasi

Wakil Ketua IV FORKI Jawa Barat Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Yedih Lesmana, juga memberikan apresiasi kegiatan ini.
Lantaran Liga Karate Antar Pelajar ini bukan sekadar ajang kompetisi biasa, namun merupakan kejuaraan bergengsi yang memiliki sistem pembinaan berkelanjutan bagi atlet muda.
“Sangat luar biasa sekali, liga yang jarang-jarang. Dan di Indonesia juga bisa diukur, bisa dihitung. Ini jarang, lho. Setiap kejuaraan bisa memberangkatkan atlet (ke luar negeri),” katanya.
“Levelnya biasa udah masuk tim nasional baru bisa berangkat. Ini sekelas liga, bayangin, anggarannya tidak sedikit, ini cukup besar. Tapi bisa memberangkatkan atlet,” ucapnya.
FORKI Jawa Barat berharap, dari ajang ini dapat menjaring atlet-atlet terbaik secara lebih objektif dan berkelanjutan untuk dipersiapkan mengikuti berbagai kejuaraan internasional.
“Jujur, saya dari FORKI Jabar sangat mengapresiasi sekali dengan kegiatan liga ini. Luar biasa. Saya sangat terbantu, dari FORKI Jabar sangat terbantu, mungkin perguruan terbantu, Ibu Bapak juga semua terbantu,” ungkapnya.
“Dengan kegiatan ini tadi sudah disampaikan karakternya akan lebih bagus. Ya, disiplinnya akan bagus, semangat kompetensi, kompetisinya akan lebih bagus,” ujarnya.
Yedih menuturkan, kejuaraan seperti ini menjadi proses bagi atlet untuk mematangkan karakter dan kepribadiannya sebelum tampil di level yang lebih tinggi.
“Kalau juara tuh bonus sebenarnya. Yang terpenting karakter. Itu level paling tingkatan tertinggi. Apalagi pelajar, sangat luar biasa sekali. Dia bisa menjaga dirinya sendiri, bisa menjaga keluarga, dan bisa menjaga nama baik bangsa dan negara, saya billing,” jelasnya.







