banner 500x188

Musda Perbasi Jabar 2026 Tuntas, Transparansi Pengelolaan Dana Pendaftaran Jadi Perhatian

Ketua terpilih DPD Perbasi Jawa Barat, Epriyanto Kasmuri saat melalukan pendaftaran. (foto: dok pribadi)

JuaraNews, Bandung – Musyawarah Daerah (Musda) ulang DPD Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Provinsi Jawa Barat 2026 telah berlangsung dan selesai dilaksanakan.

Hasil Musda ulang Perbasi Jabar di Ruang Rapat Lantai 3 KONI Jabar, Sabtu (25/4/2026), tidak mengubah hasilnya pun tidak berubah dari Musda sebelumnya Februari lalu.

Yakni Epriyanto Kasmuri kembali terpilih sebagai Ketua Perbasi Jawa Barat untuk periode 2026-2030.

Namun, di balik pelaksanaan Musda ulang tersebut, muncul perhatian publik terhadap mekanisme pengelolaan dana pendaftaran peserta.

Baca Juga: Epriyanto Kasmuri Resmi Terpilih Sebagai Ketua Perbasi Jabar 2026/2030

Dalam tata tertib Musda, disebutkan bahwa dana pendaftaran yang disetorkan oleh para calon kepada rekening DPP Perbasi akan digunakan untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan acara Musda.

Namun muncul pertanyaan kritis, apakah mekanisme penggalangan dana melalui biaya pendaftaran calon merupakan praktik yang lazim dan tepat dalam penyelenggaraan organisasi olahraga.

Atau justru terdapat potensi bahwa calon dimanfaatkan sebagai sumber pendanaan kegiatan, sehingga pihak terkait seperti KONI Jawa Barat maupun DPP tidak perlu mengeluarkan anggaran.

Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Nirmala Dewi, memberikan jawaban terkait hal tersebut. Menurutnya, dana pendaftaran dari kedua calon, setelah dikurangi biaya penyelenggaraan Musda, sepenuhnya akan dialokasikan kembali kepada DPD Perbasi Jawa Barat.

Baca Juga: Ketua Terpilih PERBASI Jabar Epriyanto Kasmuri Tegas Tolak Caretaker dan Musda Ulang

Lebih lanjut ia menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung program pengembangan bola basket di Jawa Barat.

“Di musyawarah tadi sudah kita sepakati bahwa uang pendaftaran yang disampaikan oleh para calon ketua Rp200 juta masing-masing akan kita biayai untuk di Musda,” jelasnya di Gedung KONI Jabar, Sabtu (25/4/2026).

“Sisanya kami akan masukkan kembali ke rekeningnya DPD Perbasi Jawa Barat siapa pun ketua yang terpilih,” tegasnya.

Meski begitu, pertanyaan lanjutan tetap mengemuka apakah pembentukan caretaker yang sempat terjadi sebelumnya juga memiliki kaitan dengan upaya pengumpulan dana atau terdapat agenda lain yang belum sepenuhnya terungkap.

Menanggapi isu tersebut, Ketua Perbasi Jabar terpilih periode 2026-2030 menyampaikan bahwa mekanisme pendaftaran merupakan hal yang sah selama disepakati oleh seluruh pihak yang terlibat.

“Pendaftaran itu sah saja, selama ada yang mendaftar berarti semua pihak menyepakati,” kata Epriyanto Kasmuri.

Namun, Epriyanto Kasmuri menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut, guna menjaga integritas semua pihak.

“Tapi yang perlu menjadi perhatian adalah transparansi penggunaan dana tersebut,” ucapnya.

“Jangan sampai panitia caretaker menyusun anggaran tanpa dasar yang jelas atau terkesan semena-mena. Itu yang harus kita jaga bersama demi menjaga integritas semua pihak,” tegasnya.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, publik kini menantikan komitmen nyata dari seluruh pemangku kepentingan dan memastikan bahwa tata kelola organisasi berjalan secara transparan, profesional demi kemajuan bola basket Jabar.