JuaraNews, Bandung – Anggota Komisi III DPRD Jabar Hj Ratnawati mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan Pemprov Jabar jauh lebih terbatas di bandingkan dengan Pemprov DKI Jakarta.
Penjelasan ini disampaikan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat terkait penentuan skala prioritas pembangunan di daerah.
Ratnawati memaparkan, beban kerja Pemprov Jabar jauh lebih berat karena jumlah penduduk yang sangat besar. Dengan populasi hampir 56 juta jiwa, Jawa Barat harus mengelola anggaran yang jauh lebih kecil di bandingkan DKI Jakarta.
“DKI Jakarta anggarannya mencapai Rp92 triliun dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta jiwa. Sementara Jawa Barat penduduknya hampir 56 juta, tetapi anggaran maksimal hanya sekitar Rp30 triliun. Ibarat rumah tangga, anaknya banyak tapi uangnya sedikit,” ujar Ratnawati, Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Legislator Jabar Dorong Ketersediaan Lahan Untuk Dibangun Kantor Koperasi Merah Putih
Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat pemerintah daerah menerapkan efisiensi ketat di berbagai sektor. Sejak 2025, pemerintah daerah menjalankan langkah penghematan secara besar-besaran, termasuk memangkas anggaran operasional yang di nilai tidak prioritas.
“Tidak ada lagi anggaran fotokopi berlebihan, rapat-rapat juga di pangkas. Kami harus tarik-menarik anggaran agar sektor vital seperti pendidikan dan kesehatan tetap terjamin meskipun dana sangat terbatas,” pungkas anggota Fraksi Demokrasi DPRD Jabar ini.
Ratnawati berharap masyarakat dapat memahami kondisi fiskal Jawa Barat sekaligus mendukung kebijakan prioritas pembangunan yang diarahkan untuk kepentingan publik secara luas. (den)
Baca Juga: Ratnawati: Perda Perlindungan Petani Harus Hadir Nyata di Tengah Petani







