banner 500x188

Tritan Point Jadi Saksi Sejarah, Hellprint United Day 9 Edisi ke-15 Sukses Mengguncang Bandung

Tritan Point Kota Bandung, menjadi saksi bisu sejarah saat Hellprint Supermusic menggelar United Day 9 edisi ke-15 yang mengguncang.
Vokasli Slank, Kaka saat tampil di acara Supermusic United Day 9 di Tritan Point, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (8/2/2026) sore. (juaranews/dasep rohimat)

JuaraNews, Bandung – Tritan Point di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, menjadi saksi sejarah saat Hellprint Supermusic menggelar United Day 9 edisi ke-15 yang mengguncang pada Minggu (8/2/2026).

Saat grup band Slank yang dimotori Kaka (vokal), Abdee (gitar), Ridho (gitar), Ivanka (bass), dan Bimbim (drum) membuka penampilan dengan lagu I Miss You But I Hate You, suasana Tritan Point langsung bergemuruh.

Ribuan penonton menyambut meriah dengan sorak sorai dan nyanyian massal, menandai dimulainya pesta rock yang penuh energi dalam gelaran Supermusic United Day 9. Meskipun Slank telah menapaki usia 36 tahun, kualitas vokal Kaka yang tetap terjaga berhasil membangkitkan memori lama para penggemar.

Baca Juga: United Indonesia MOB Sabet Juara, Supersoccer Euro Futsal 2025 Tunjukkan Semangat Fans dan Kampus

Selama kurang lebih satu jam, Slank membawakan 14 lagu, didominasi hits lintas generasi seperti Mawar Merah, Terlalu Manis, Tonk Kosong, Virus, hingga Ku Tak Bisa yang menjadi penutup sebelum azan Magrib berkumandang. Slank juga berkolaborasi dengan band Sukses Lancar Rejeki dalam dua lagu, serta menampilkan aksi solo Bimbim yang memukau diatas panggung.

Perwakilan Supermusic Regional Bandung, Tries Pondang, mengakui bahwa kehadiran Slank pada United Day 9 memberikan pembeda dan daya tarik tersendiri bagi pecinta musik.

Menurut Tries, penggemar memang sudah lama menunggu kehadiran Slank. Hal ini sesuai dengan permintaan para pecinta musik yang masuk ke penyelenggara, khususnya melalui media sosial.

Baca Juga: Borneo FC Tumbang oleh Malut, Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen

Tries menegaskan bahwa pihaknya selalu berusaha menghadirkan sejumlah band papan atas Indonesia dalam setiap penyelenggaraan United Day hasil kerja sama dengan Hellprint. Selain menampilkan band asal Bandung atau Jawa Barat, mereka juga merangkul musisi daerah lain. Tahun ini, selain Slank, Burgerkill dan The Sigit juga tampil sebagai pengisi acara utama di United Stage.

“Setiap tahun kami selalu menghadirkan talenta Tier 1 atau band papan atas. Tahun lalu ada Superman Is Dead, dan tahun ini kami menghadirkan Slank yang sudah cukup lama tidak tampil di Bandung. Tim Hellprint juga sangat memahami kebutuhan audiens, khususnya penikmat musik genre ini, terbukti dari pembagian lima panggung yang semuanya hidup, bahkan panggung kecil pun tetap ramai oleh penonton,” ungkap Tries.

Baca Juga: Duel Pamungkas M. Zidane vs Asep Lukman Panaskan Final Trial Game Dirt 2025 di Bandung

Jadi Event Ikonik Kota Bandung, Lahirkan Musisi Andal

Tries menilai euforia United Day 9 bertema ‘Unsplit & Equal’ tersebut sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa United Day telah menjadi ajang ikonik di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung.

Menurut Tries, penyelenggaraan United Day kali ini adalah yang paling megah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Faktor pendukung utamanya yakni venue Tritan Point yang sangat cocok dengan konsep dan kemasan acara rancangan Hellprint.

“Bandung memang membutuhkan venue seperti ini untuk menampung festival musik berskala besar,” tegas Tries.

Baca Juga: Ini Jadwal Pekan 12 Super League 2025-2026, Persib Bandung tak Bermain

“Menariknya, penonton tidak hanya datang dari Jawa Barat, tetapi juga dari Jawa Tengah. Mereka menganggap United Day sebagai festival musik berkarakter kuat dengan identitas musik rock yang selalu mereka nantikan,” ujar Tries.

Melalui United Day, Tries berharap Bandung yang melahirkan banyak band dan musisi bisa bersaing di tingkat nasional.

“Supermusic ingin mengambil peran di situ sebagai brand regional Bandung yang peduli pada perkembangan musik. Kami ingin menyuguhkan festival musik yang memiliki diferensiasi. Targetnya, United Day menjadi festival musik idaman bagi pecinta musik di Bandung dan Jawa Barat,” papar Tries.

Baca Juga: Coklat Kita Silatusantren Tadabbur Alam Sukses Satukan Santri dari Berbagai Pesantren

Burgerkill tampil di Supermusic United Day 9 di Tritan Point, Bandung, Minggu (8/2/2026). (foto: juaranews. Dasep Rohimat)

Hadirkan 53 Band Lintas Genre di 5 Panggung Selama 13 Jam

Sementara, Promotor Hellprint, Dany Kajul, mengaku terkejut melihat antusiasme masyarakat menghadiri United Day kali ini. Padahal harga tiket tergolong lumayan, yakni Rp125 ribu hingga Rp150 ribu untuk presale, dan Rp250 ribu untuk on the spot dengan kuota terbatas 2.000 tiket.

“Jujur saja, saya kaget karena awalnya kami tidak menargetkan penonton sebanyak ini,” ujar Kajul.

Menurut Kajul, tingginya minat masyarakat berkaitan erat dengan daftar pengisi acara. Total ada 53 band berbagai genre yang beraksi di lima panggung: United Stage, Noise Stage, Infinity Stage, serta dua panggung kecil yakni United We Are Stage dan Kecil Tapi Party Stage.

Baca Juga: Panggung Coklat Kita Nyala Lagi, Napak Jagat Pasundan Bikin Pangandaran Bergemuruh

Para musisi tampil selama lebih dari 13 jam, mulai pukul 10.30 WIB hingga menjelang tengah malam. The Sigit dan Slank menutup rangkaian penampilan dari pagi hingga sore hari.

Sedangkan pada malam harinya, Burgerkill, FSTVLST, dan Rebellion Rose mengakhiri acara di United Stage. Ada pula band baru seperti Sukses Lancar Rejeki, serta band era 90-an seperti Injected dan Hellgods.

“Kehadiran Slank menjadi faktor yang paling menonjol. Kami tidak asal memutuskan; banyak permintaan melalui DM agar kami mengundang Slank. Kini Slank juga memiliki basis penonton anak muda yang masuk dalam rentang target usia kami, 18–35 tahun,” jelas Kajul.

Baca Juga: Konser Dangiang Karinding Fokuskan Regenerasi Melalui Jalur Pendidikan

Ke depannya, Kajul menyatakan bahwa Hellprint dan Supermusic ingin menggelar United Day di kota-kota lain di Indonesia.

“Dulu kami pernah mengadakan tur di 4 provinsi dan 96 kota pada 2016-2017. Mudah-mudahan setelah Lebaran tahun ini, kami bisa menjalankan kembali rencana tur tersebut bersama Supermusic,” tutup Kajul.

Vokalis The Sigit, Rektivianto Yoewono, menyampaikan harapan serupa. Rekti menyebut United Day sebagai festival yang merangkul banyak genre, bukan hanya rock atau metal.

“Kalau kami perhatikan dari atas panggung, penonton sangat menikmati acara. Tidak hanya penonton berkaus The Sigit, banyak juga yang memakai kaus metal dan band lain ikut menikmati serta bernyanyi bersama (singalong). Saya terkejut sekaligus senang,” ucap Rekti.

“Secara pribadi, saya berharap United Day memperluas jangkauannya ke luar Bandung, minimal ada rangkaian di kota-kota Jawa Barat atau sampai Jakarta dan Pulau Jawa, agar bisa mengharumkan nama Bandung,” pungkasnya. (dsp)