banner 500x188

Slank Kembali Tunjukkan Taring Lewat Rilis Lagu Republik Fufufafa

Grup band Slank tidak pernah benar-benar menjadi "tua" jika ukurannya adalah keberanian mereka konsisten menjaga sikap kritis dan nyali.
Singel terbaru Slank "Republik Fufufafa" (foto: youtube slank music)

JuaraNews, Bandung – Grup band Slank tidak pernah benar-benar menjadi “tua” jika ukurannya adalah keberanian mereka konsisten menjaga sikap kritis dan nyali untuk bersuara dari generasi ke generasi.

Di usia ke-42 tahun berkarya di belantika musik Indonesia, grop band rock asal Gang Potlot ini justru memilih cara yang provokatif untuk menegaskan eksistensinya.

Dipenghujung tahun, Slank resmi merilis single terbaru berjudul “Republik Fufufafa”, pada Minggu (28/12/2025), sebuah lagu yang seketika menghentak kesadaran publik.

Baca Juga: Black Juice, Band Rock Asal Bandung yang Eksis Sejak 2005

Bukan sekadar lagu ulang tahun, “Republik Fufufafa” adalah sebuah potret satir. Hanya dalam waktu semalam, video musiknya telah menembus angka 220 ribu penayangan di YouTube dan memanen ribuan komentar.

Angka ini seolah menjadi bukti bahwa masyarakat memang sedang haus akan suara-suara lantang yang mewakili kegelisahan kolektif mereka.

Sakau Kuasa dan Wajah Joker

Lagu yang ditulis oleh Bimbim dan direkam di Flat 5 Studio ini secara blak-blakan menggambarkan sebuah negeri yang sedang “kacau balau”

Baca Juga: Chrisye: Ikon Budaya dan Legenda Musik Indonesia

Slank menggunakan istilah-istilah yang sangat tajam seperti “sakau kuasa” untuk menyentil kondisi kepemimpinan yang dianggap kehilangan kesadaran moral.

Visual dalam video musiknya pun tak kalah mencolok. Seluruh personel Slank tampil dengan riasan wajah ala Joker.

Pilihan estetika ini seolah menjadi metafora kuat, sebuah ironi tentang tawa di tengah kekacauan, atau mungkin sebuah peringatan bahwa masyarakat yang terabaikan bisa berubah menjadi sosok yang tak terduga.

Baca Juga: Panggung Coklat Kita Nyala Lagi, Napak Jagat Pasundan Bikin Pangandaran Bergemuruh

Misteri di Balik Nama Fufufafa

Judul lagu ini tentu saja memancing rasa penasaran publik. Nama “Fufufafa” merujuk pada sebuah akun forum komunitas online yang sempat menjadi fenomena pada tahun 2024.

Akun misterius tersebut dikenal vokal mengkritik tokoh politik tertentu namun identitasnya tetap menjadi teka-teki hingga kini.

Slank seolah ingin menarik benang merah antara keriuhan di dunia maya dengan realitas sosial yang terjadi di lapangan mulai dari isu stunting, rendahnya rata-rata IQ, hingga perilaku sok tahu para elit yang disebut dalam liriknya sebagai “belagu”.

Baca Juga: LOH KOK TUM BAND Tawarkan Kejutan, Siap Rilis Lagu Perdana!

Kembali ke Akar

Bagi para penggemar lama, “Republik Fufufafa” adalah momen “pulang kampung” bagi Slank. Banyak pendengar merasa Slank telah kembali ke khitah atau karakter awal mereka: band yang berani menjadi penyambung lidah rakyat dan tidak segan mengetuk pintu kekuasaan dengan lirik-lirik pedas.

Lagu ini bukan sekadar karya seni, melainkan sebuah cermin besar bagi bangsa. Lewat repetisi lirik “Fufufafa Republik”, Slank mengajak kita semua untuk tertawa sekaligus merenung: sedang di titik manakah negara ini berada?

Baca Juga: OTW Break Out Day 2025! Panggung Pembuktian Talenta Lokal Meledak di Cirebon

Inilah cuplikan lirik lagu “Republik Fufufafa” yang sarat satire:

Aku lahir di negeri kacau balau

Orang-orangnya pada sakau-sakau

Sakau kuasa, sakau narkoba

Sakau oiui ooai, dan sakau berjudi

(Chorus)

Fufufafa, republik

Fufufafa, republik

Fufufafa, republik

Fufufafa, Republik Fufufafa

Negeri stunting dan kurang gizi

IQ rata-rata setara dengan monkey

Pada nggak sopan, juga kurang ajar

Pada sok tahu dan juga belagu. (dsp)