banner 500x188

Sambut Ramadan 2026, Modest Fashion asal Bandung Haadiya Syari Hadirkan InReturn

Industri modest fashion Tanah Air berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, diminati muslim dan muslimah dalam dan luar negeri.
Industri modest fashion Tanah Air berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, diminati muslim dan muslimah dalam dan luar negeri. (foto: istimewa)

JuaraNews, Bandung – Industri modest fashion Tanah Air berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, produk modest fashion Indonesia diminati muslim dan muslimah dalam dan luar negeri.

Pasar yang terbuka lebar mendorong insan kreatif Kota Bandung untuk terjun mewarnai industri modest fashion Tanah Air. Terbukti, sejumlah brand modest fashion asal Bandung sukses meraih pangsa pasar. Yang terbaru, Haadiya Syari, brand modest fashion asal Bandung hadir dengan harapan memberikan warna dan makna baru pada pakaian modest Indonesia.

Brand modest fashion asal Bandung itu resmi meluncur pada 7 Februari 2026 untuk menyambut Ramadan 2026/1447 Hijriah. Acara peluncuran Haadiya Syari diawali dengan tausyiah oleh ustadz Sidqi Kamal Zimah dengan tema ‘How to be Inspired by Faith, Rooted in Values’.

Tema ini sejalan dengan brand tagline Haadiya Syari, yaitu, Inspired by Faith, Rooted in Values. Mengedepankan sisi penghambaan kepada Allah Azza Wa Jalla yang berakar pada nilai-nilai Islam.

Baca JugaMenjelajahi Rasa di Lembang: “L’Iftar Kareem”, Perjalanan Kuliner dari Timur Tengah hingga Tanah Sunda

 

Industri modest fashion Tanah Air berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, diminati muslim dan muslimah dalam dan luar negeri.
Alia Karenina, founder brand Haadiya Syari. (foto: istimewa)

Nyaman, Bermakna, dan Berkelas

Setelah tausyiah, pengunjung berkesempatan berbincang dengan Alia Karenina, founder brand Haadiya Syari. Acara peluncuran brand ini terbilang unik. Sebab, dekorasi acara dibuat minimalis hanya menggunakan kain. ”Saya ingin semua acara Haadiya sebisa mungkin mindful dan tidak menimbulkan limbah atau kerusakan lingkungan,” kata Alia.

“Saya menggunakan kain-kain sebagai dekorasi agar nanti kain-kain ini dapat digunakan kembali sebagai tas atau sarung bantal. Sehingga memperpanjang masa hidup kain tersebut,” ujarnya.

Alia menjelaskan, tidak mau menggunakan bunga segar yang dipotong sebagai dekorasi acara. Karena dia percaya sesuatu yang hidup harus di biarkan hidup, tidak untuk di ambil dan hanya di pakai sementara. “Ini tidak sesuai dengan nilai filosofis brand Haadiya,” tutur Alia.

Brand Haadiya, kata Alia, merepresentasikan keberlanjutan dan masa hidup lebih panjang dengan niat menjaga titipan Allah. Haadiya tidak menganut prinsip sesuatu yang cepat dan akan cepat hilang. Alia Karenina menjelaskan, lahirnya brand ini berasal dari pengalaman personal akan pencarian busana syar’i yang nyaman, bermakna, dan tetap berkelas.

“Saya ingin sama-sama belajar bersama muslimah lain agar tetap istiqomah berpakaian syar’i sesuai syariat Islam. Sekaligus mengubah persepsi negatif terhadap perempuan yang berpakaian syar’i,” ucap Alia.

Menurut Alia, syar’i bukanlah sesuatu yang tertinggal, melainkan sebuah pilihan sadar dengan penuh kekuatan berlandaskan ketakwaan dan penghambaan kepada Allah Azza Wa Jalla.

Baca JugaHompim Play Jadi Magnet Baru Wisata Keluarga di Dago Pakar

 

Makna di Balik Tema InReturn

Alia menuturkan, melalui tema ‘InReturn’, Haadiya Syari ingin mengajak masyarakat memahami bahwa setiap pilihan yang dilandasi niat baik akan selalu memberikan balasan. “Ketika seorang perempuan memilih modesty, dia tidak kehilangan apa pun. Justru dia menerima ketenangan, kejernihan, dan kekuatan batin,” tegas Alia.

Dalam menyiapkan koleksi perdana, Haadiya berkolaborasi dengan desainer Adrie Basuki untuk bahan batik Sadabhumi. Modest fashion ini lahir dari filosofi perjuangan penuh makna, terinspirasi dari para pejuang kanker.

”Saya memahami perjuangan ini karena pengalaman personal. Saya harap dengan kolaborasi ini, akan semakin banyak brand yang terinspirasi untuk berkolaborasi dengan para pejuang hebat yang sedang menghadapi ujian dalam hidupnya,” ujar Alia.

Meski tidak memiliki background fashion designer, Alia merupakan sosok terbuka untuk kolaborasi dengan pelaku fashion lain untuk bekerja sama mengembangkan industri modest fashion Tanah Air. “Saya rasa, saat ini sudah bukan waktunya tampil sendiri. Saya justru ingin lebih mengedepankan kolaborasi dengan banyak pihak untuk mempererat ukhuwah dan silaturahmi,” tutur Alia.

Baca Juga: Tritan Point Jadi Saksi Sejarah, Hellprint United Day 9 Edisi ke-15 Sukses Mengguncang Bandung

Dalam acara peluncuran ini, Alia tidak hanya memperkenalkan brand Haadiya Syari, namun juga melakukan relaunching brand modest fashion yang telah lebih dulu di luncurkan pada 2022, yaitu Aleiya.

”Aleiya telah lebih dulu diluncurkan dan saat ini sedang mengalami transformasi brand yang lebih mengutamakan kesederhanaan dalam desain. Saya berharap Aleiya bisa masuk ke generasi lebih muda dan ingin mulai memakai pakaian modest,” ujarnya.

Acara inreturn, Haadiya x Aleiya launching ini di sponsori oleh BTN, Bank Syariah Nasional (BSN), Rumah Wakaf Indonesia, Martha Tilaar, dan brand lain yang memiliki visi sejalan dalam mendorong gaya hidup lebih bernilai, bertanggung jawab, dan berdampak bagi masyarakat. (den)