banner 500x188

Pemkot Bandung Angkut Sampah di Eks TPA Dago, Kerahkan 8 Armada Pengangkut

Pemkot Bandung Angkut Sampah di Eks TPA Dago, Kerahkan 8 Armada Pengangkut
Pemkot Bandung Angkut Sampah di Eks TPA Dago, Kerahkan 8 Armada Pengangkut. (Foto:Istimewa)

JuaraNews, Bandung – Pemkot Bandung terus berupaya mengangkut sampah di berbagai titik kota, Kamis (20/11/2025). Penanganan masif dilakukan di Eks TPA Dago, tempat tumpukan sampah yang menggunung sejak September dengan volume mencapai sekitar 150 meter kubik.

Koordinator Wilayah Cibeunying, Bowo Bagus memastikan, pengerahan armada dilakukan secara maksimal untuk menuntaskan persoalan yang sudah berlarut.

Baca Juga:DLH Kota Bandung Terjunkan 7 Armada, Atasi Tumpukan Sampah di TPS Ciwastra

“Target kami hari ini selesai. Kami kerahkan total 8 unit armada. Terdiri dari 3 truk tronton berkapasitas 25 meter kubik dan 5 unit armada berkapasitas 12 meter kubik,” kata Bowo.

Bowo menjelaskan, penumpukan yang terlihat saat ini bukan terjadi dalam semalam, melainkan akumulasi hampir dua bulan terakhir.

Baca Juga:Pocari Sweat Run 2025 Kembali Digelar di Bandung, Ini Detailnya

“Setiap hari sebenarnya ada pengangkutan. Tapi karena tonase armada dikurangi, akhirnya terjadi penumpukan hingga sebesar ini,” jelas Bowo

Sejak pagi armada tersebut terlihat hilir-mudik membawa sampah yang sudah membentuk gunungan tinggi di lahan TPS.

Baca Juga:21 TPA di Jawa Barat Kena Sanksi, Ini Daftar Lengkapnya!

“Semua kekuatan kita keluarkan. Mobil bergerak terus, bergantian, supaya tumpukan bisa habis hari ini,” tambahnya.

Bowo menilai, persoalan sampah tidak akan bisa selesai tanpa keterlibatan masyarakat. Terlebih, Kota Bandung tidak memiliki TPA sendiri dan sangat bergantung pada TPA milik provinsi yang kini kondisinya overload.

Baca Juga:Pemkot Bandung Genjot Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah

“Kalau sampah tidak dipilah, semuanya menumpuk di TPA. Organik, anorganik, residu, semuanya dibuang. Itu membuat TPA cepat penuh,” tuturnya.

Ia kembali mengajak warga untuk melakukan pemilahan sejak dari rumah yaitu Sampah organik dapat dijadikan kompos. Sampah anorganik disetorkan ke bank sampah dan Sampah residu dibuang sesuai jadwal pengangkutan ke TPS.

Baca Juga:Atasi Masalah Sampah, Komisi I DPRD Jabar Dorong Perpanjangan Izin Sarimukti

“Pemilahan oleh warga dari sumber itu kunci. Lalu buang residu sesuai jadwal pengangkutan. Dengan begitu penumpukan bisa kita cegah,” katanya. (Bas)