JuaraNews, Bandung – Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 2 2025–2026 bukan sekadar turnamen sepak bola putri usia dini.
Ajang ini telah menjelma menjadi ruang pembinaan dan regenerasi yang nyata bagi lahirnya talenta-talenta muda sepak bola putri di Kota Bandung dan sekitarnya.
Sebanyak 2.154 siswi dari 94 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) ambil bagian dalam kompetisi yang digelar sejak 22 Januari hingga 1 Februari 2026 di Lapangan Candradimuka Pusdikif dan Stadion Sidolig, Bandung. Jumlah tersebut menegaskan tren peningkatan partisipasi yang konsisten dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Pantik Asa Sepak Bola Putri, MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 Sambangi 10 Kota
Turnamen yang mempertandingkan Kelompok Umur (KU) 10 dan KU 12 ini diikuti oleh 66 tim KU 10 dan 136 tim KU 12 pada babak kualifikasi, sebelum berlanjut ke babak utama hingga perempat final. Puncak kompetisi, yakni semifinal dan final, dipusatkan di Lapangan Candradimuka pada Minggu (1/2/2026).
Tak hanya kuantitas, kualitas permainan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Hal ini tak lepas dari semakin banyaknya peserta yang kini mendapatkan pembinaan tambahan di Sekolah Sepak Bola (SSB).
Kepala Pelatih MLSC Bandung, Fauzi Bramantio, menilai regenerasi di tingkat sekolah menjadi faktor utama ketatnya persaingan.
Baca Juga: Bandung Hidupkan Gairah Sepak Bola Putri Lewat MilkLife Soccer Challenge
“Juara selalu berganti karena regenerasi berjalan. Ketika pemain inti lulus atau naik kelas, otomatis kekuatan tim berubah. Di sisi lain, lawan-lawan juga terus berkembang,” ujar Fauzi.
Ia mencontohkan, SDN 026 Bojongloa yang menjadi juara KU 12 pada Seri 1 mengalami penurunan performa setelah kehilangan dua pemain inti. Kondisi tersebut membuat peta persaingan di MLSC selalu dinamis dan tak mudah diprediksi.
Indikasi peningkatan kualitas juga terlihat dari hasil pertandingan. Skor-skor besar kini semakin jarang terjadi, menandakan keseimbangan permainan antar tim semakin baik.
Baca Juga: Seri 2 MilkLife Soccer Challenge Bergulir, Bayan Peduli Ambil Peran di Kalimantan
“Sekarang jarang skor di atas lima atau enam. Artinya, individu pemain dan persiapan sekolah sudah jauh lebih matang,” tambah Fauzi.
Sebagai bagian dari jalur pembinaan berkelanjutan, MLSC Bandung Seri 2 juga menjadi ajang seleksi pemain untuk level nasional. Sebanyak 21 pemain telah terjaring dan akan diseleksi kembali menjadi 16 pemain terbaik yang berkesempatan mengikuti extra training nasional di Kudus, mulai 2 Februari 2026, di bawah pantauan langsung Head Coach MLSC, Timo Scheunemann.
Tak hanya kompetisi utama, MLSC 2025–2026 turut menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang menyasar anak usia 6–8 tahun.
Festival ini diikuti 46 peserta dari 18 SD dan MI, dengan tujuan menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola sejak dini melalui pendekatan yang menyenangkan.
Baca Juga: Dua Juara Baru Lahir di MLSC Bandung Seri 1 2025/2026
Selain itu, seluruh tim juga wajib mengikuti Skill Challenge yang menguji kemampuan dasar pemain melalui lima gim, mulai dari 1 on 1, adu penalti, dribbling, passing control, hingga shoot on target.
Ke depan, talenta terbaik hasil kurasi MLSC dari 10 kota akan kembali dipertemukan dalam MLSC All-Stars di Supersoccer Arena, Kudus, pada Juni 2026. Ajang tersebut menjadi etalase puncak pembinaan sepak bola putri usia dini di Indonesia.
Melalui MLSC, Bandung tak hanya mencetak juara, tetapi juga menyiapkan fondasi kuat bagi masa depan sepak bola putri nasional. (dsp)







