JuaraNews, Bandung – Komisi V DPRD Jabar menyoroti berbagai persoalan serius dalam pembangunan sektor pendidikan, khususnya terkait Unit Sekolah Baru (USB) dan Ruang Kelas Baru (RKB).
Hal ini terungkap setelah Komisi V melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Jawa Barat dalam beberapa pekan terakhir. Anggota Komisi V DPRD Jabar, A Yamin mengatakan evaluasi di lakukan di beberapa wilayah seperti Purwakarta, Pangandaran, Sukabumi, hingga daerah lainnya.
Dari hasil peninjauan tersebut, di temukan banyak proyek pembangunan sekolah yang bermasalah, mulai dari progres yang tidak tuntas hingga kesalahan perencanaan lokasi.
“Di Cibitung, misalnya, pembangunan USB hanya mencapai sekitar 40 sampai 50 persen. Ada juga bangunan yang mengalami ambles dan retak. Bahkan, sejumlah sekolah di bangun jauh dari permukiman warga, berada di tengah hutan, dengan akses jalan yang sangat terbatas,” ujar Yamin.
Baca Juga: Gelar Sosper, A. Yamin Dorong Peran Aktif Masyarakat dalam Pengawasan Publik
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan penggunaan anggaran tahun 2025. Komisi V pun meminta penjelasan dari dinas terkait, termasuk pihak perencanaan, dan menemukan banyak hal yang perlu segera diperbaiki.
Salah satu catatan penting Komisi V adalah adanya proyek yang sebenarnya tidak layak di laksanakan, namun tetap di paksakan. Akibatnya, pembangunan tidak optimal dan berujung pada berbagai persoalan di lapangan.
“Ini menjadi bahan evaluasi kami agar di tahun 2026 kesalahan serupa tidak kembali terulang,” tegasnya. (den)
Baca Juga: A Yamin Soroti Pentingnya Pendidikan Anak-anak Terdampak Bencana Longsor Cisarua







