JuaraNews, Bandung– Program pendidikan militer di Barak bagi anak-anak remaja ala Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil banyak mendapatkan kritikan dari banyak pihak.
Kritikan ini terutama mengenai dari mana pos anggaran yang digunakan untuk menjalankan program tersebut. Selain itu, soal kata militerjuga jadi salah satu banyaknya yang mengkritik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa mengatakan mendukung program tesebut, Menurutnya, program yang dilakukan oleh Pemprov Jabar ini sebagai upaya untuk meningkatkan kedisiplinan anak remaja.
Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi, Status Waspada
Politisi Partai Gerindra sependapat dengan Gubernur Dedi Mulyadi, yakni mengajak para pengkritik hingga para ahli datang langsung ke lokasi pendidikan.
“Silahkan datang saja, jadi objek kajian. Dari pada ribut lama berdiskusi, yang mau neliti silahkan teliti,” sambungnya.
Jadi Pilot Project
Menurut Buky, pendidikan yang berlangsung bisa di jadikan percontohan. “Pilot project,” katanya saat di singgung siswa didik jadi kelinci percobaan.
Buky menambahkan pendidikan militer bagi remaja itu penting. Mengingat kasus kenakalan remaja yang kini kian memprihatinkan, mulai dari tawuran, mabuk, hingga kriminalitas.
“Apalagi, remaja adalah dalam fase pencarian jati diri. Pendidikan seperti itu akan mempercepat remaja berkomitmen,” tandasnya. (Bas)







