JuaraNews, Bandung – Maskapai Wings Air membuka kembali rute penerbangan Yogyakarta (YIA Kulonprogo) – Bandung (BDO) sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali konektivitas udara yang berdampak luas bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bandung yang dikenal sebagai pusat pendidikan, kreativitas, pariwisata, dan ekonomi Jawa Barat, dalam beberapa waktu terakhir mengalami keterbatasan akses udara.
Baca Juga:Bandara Husein Sastranegara Layani Penerbangan Bandung-Yogyakarta
Kondisi tersebut dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha, wisatawan, mahasiswa, hingga keluarga yang ingin kembali berkunjung ke Kota Kembang.
“Pembukaan rute Yogyakarta–Bandung ini menjadi langkah Wings Air untuk menghadirkan kembali Bandung dalam peta konektivitas udara nasional melalui konsep penerbangan saling terhubung,” ujar Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, dikutip, Rabu (28/1/2026).
Penerbangan rute Yogyakarta–Bandung akan mulai beroperasi pada 11 Februari 2026 dengan frekuensi tujuh kali seminggu.
Baca Juga:Pocari Sweat Run 2025 Kembali Digelar di Bandung, Ini Detailnya
Rute Bandung–Yogyakarta dilayani penerbangan IW 1812 dengan jadwal keberangkatan pukul 11.05 WIB dan tiba pukul 12.35 WIB.
Sementara rute Yogyakarta–Bandung dilayani penerbangan IW 1811 yang berangkat pukul 13.00 WIB dan tiba pukul 14.25 WIB.
Danang menjelaskan, rute ini tidak hanya melayani penerbangan langsung intra-Jawa, tetapi juga membuka akses ke Bandung dari lebih dari 10 kota lainnya di Indonesia melalui skema transit di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Baca Juga:Indosat Perluas Jangkauan di Jabar, Dorong Konektivitas Andal dan Inklusif Lewat Kolaborasi Lokal
“Melalui konektivitas ini, masyarakat dari Bali, Lombok, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Pekanbaru, Batam, Medan Kualanamu, hingga Padang dapat terhubung ke Bandung dengan perjalanan yang lebih ringkas dan efisien,” jelasnya.
Menurut Danang, konsep connected routes tersebut terintegrasi dengan jaringan penerbangan Lion Air, Batik Air, dan Super Air Jet, sehingga perjalanan dapat direncanakan dengan lebih nyaman dan berkesinambungan.
Ia menambahkan, rute Yogyakarta–Bandung memiliki nilai strategis karena mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM, dan industri kreatif, sekaligus memperkuat jejaring pendidikan dan bisnis antardaerah.
Baca Juga:Kuatkan UMKM Lewat Konektivitas, Indosat Hadirkan Jaringan Andal di Festival Kuliner Bandung 2025
Hal ini sejalan dengan karakter Bandung dan Yogyakarta sebagai dua kota pendidikan utama di Indonesia.
Penerbangan Yogyakarta–Bandung dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi yang dirancang untuk rute jarak pendek hingga menengah.
Pesawat ini dinilai ideal untuk mendukung konektivitas antar kota dan menjangkau bandara-bandara strategis di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga:Dukung UMKM, Indosat Sediakan Konektivitas Andal di Festival Kuliner Bandung
Dalam mendukung kemudahan perjalanan, Wings Air juga menghadirkan layanan terintegrasi melalui aplikasi Book Cabin.
Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat memesan tiket, melakukan check-in online, mengatur akomodasi seperti hotel dan penginapan, serta memperoleh berbagai penawaran khusus.
“Wings Air berkomitmen untuk terus memperluas jaringan penerbangan dan menghadirkan konektivitas yang memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan daerah,” pungkas Danang. (*)







