banner 500x188

Dedikasi Petugas Perlintasan Kereta Demi Keselamatan Bersama

Achmad Harisman Trisopiana, petugas Penjaga Palang Lintas Kereta Api di Braga, Kota Bandung, salah satu dari banyak pahlawan
Achmad Harisman Trisopiana, petugas Penjaga Palang Lintas Kereta Api di Braga, Kota Bandung

JuaraNews, Bandung – Achmad Harisman Trisopiana, petugas Penjaga Palang Lintas Kereta Api di Braga, Kota Bandung, salah satu dari banyak pahlawan yang memastikan keselamatan di setiap perlintasan kereta api.

Sejak 2014 menjaga perlintasan kereta api, ia setia menjalankan tugasnya, terutama di momen Lebaran yang penuh tantangan.

Lebaran menjadi momen krusial bagi petugas PJL. Jadwal perjalanan kereta api semakin padat, dan beberapa kereta tambahan seperti melintas tanpa sesuai jadwal reguler.

“Kami harus benar-benar siaga, karena kereta Api bisa datang kapan saja. Dan keselamatan pengguna jalan ada di tangan kami,” ujar Achmad.

Sayangnya tak semua pengguna jalan menghargai tugas mereka dan terkadang egois tanpa memikirkan keselamatan diri.

Baca Juga:https://juaranews.com/wali-kota-bandung-hadiri-festival-dulag-istimewa-1446-h/

“Kadang sudah diberi peringatan, tapi masih ada yang nekat menerobos atau bahkan mengangkat palang pintu,” katanya.

Sikap seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas PJL yang hanya ingin memastikan semua selamat.

Menjadi petugas PJL berarti harus selalu siap siaga, bahkan ketika orang lain menikmati waktu bersama keluarga.

Saat orang-orang merayakan Lebaran, Achmad dan rekan-rekannya justru semakin sibuk. Meski begitu, ia tetap bersyukur.

“Alhamdulillah, selama saya bertugas, semuanya berjalan aman dan lancar,” tuturnya.

Jaga Palang Kereta Bentuk Pengabdian

Baginya, tugas menjaga palang perlintasan kereta api adalah bentuk pengabdian

“Saya hanya ingin semua selamat. Itu saja sudah cukup,” katanya dengan penuh ketulusan.

Sebagai seseorang yang melihat langsung betapa bahayanya perlintasan jika tidak dipatuhi, Achmad berpesan kepada para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan.

“Hati-hati di jalan, jangan menerobos palang pintu, dan ingatlah bahwa keluarga menunggu di rumah,” pesannya.

Di akhir perbincangan, ia mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

“Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua diberikan keselamatan dalam setiap perjalanan.”

Achmad Harisman Trisopiana mungkin bukan pahlawan dalam cerita besar sejarah, tapi bagi setiap nyawa yang selamat di perlintasan kereta, ia adalah pahlawan yang sesungguhnya.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *