banner 500x188

Cegah Keracunan Siswa, Ribuan SPPG di Jabar Bakal Dikumpulkan

Pemprov Jabar akan memberikan bonus kepada pemain dan jajaran Persib Bandung yang berhasil merebut gelar juara Liga 1 2024/2025.
Wagub Jabar, Erwan Setiawan. (Foto:Abdul Basir)

JuaraNews, Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mengatakan Ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayahnya akan dikumpulkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Erwan, BGN akan mengumpulkan SPPG dalam waktu dekat, salah satunya tujuannya yakni untuk memperkuat standar pelayanan gizi di masyarakat sekaligus memastikan seluruh SPPG memiliki ahli gizi dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk menyuplai Makan Bergizi Gratis (MBG)

Baca Juga: Viral! SPPG di Cipatat Bandung Barat Cuci Ompreng MBG, Kondisi Tak Layak Bikin Heboh

“Di Jawa Tengah semua SPPG dan ahli gizi sudah di kumpulkan untuk mendapatkan arahan langsung dari Kepala BGN. Hari ini giliran Jawa Timur, dan selanjutnya akan segera menyusul Jawa Barat,” ujar Erwan, Kamis (9/10/2025).

Erwan menegaskan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memastikan seluruh Dapur MBG di Jawa Barat memenuhi standar kelayakan. Pasalnya, hingga kini baru sekitar 10–20 persen SPPG yang memiliki sertifikat SLHS.

“Sekarang semuanya wajib punya sertifikasi SLHS. Kalau masih ada yang belum, nanti saat di kumpulkan wajib mengurusnya,” tegas Erwan.

Baca Juga:Pemprov Jabar Siapkan 4.600 Dapur MBG Tahun Ini

Menurutnya, pemerintah akan menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang tidak memenuhi ketentuan tersebut. “Kalau ada SPPG yang tidak punya sertifikasi atau tidak memiliki ahli gizi, maka akan di tutup operasionalnya. Ini demi keamanan masyarakat agar tidak ada lagi kasus keracunan,” pungkasnya.

Pihaknya kini tengah menyiapkan lokasi pelaksanaan pertemuan besar tersebut. Ia menyebut kegiatan akan di gelar di tempat outdoor karena jumlah peserta diperkirakan mencapai 7.500–8.000 orang.

Baca Juga:8,6 Juta Siswa di Jabar Prioritas Cek Kesehatan Gratis

“Kita sedang mencari lokasi yang bisa menampung ribuan orang, karena tidak ada gedung indoor di Bandung yang cukup besar. Jadi rencananya diadakan di luar ruangan,” katanya. (Bas)