JuaraNews, Bandung – Bencana longsor yang menerjang wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak hanya menyisakan kerusakan infrastruktur, tetapi juga luka mendalam bagi psikologis anak-anak sekolah.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi V DPRD Jabar A Yamin menekankan pentingnya trauma healing bagi siswa yang terdampak. Ia menegaskan bahwa pemulihan mental harus menjadi prioritas utama selain bantuan logistik. Menurutnya, pengalaman menghadapi bencana alam dapat meninggalkan trauma berkepanjangan jika tidak di tangani dengan serius.
Yamin menilai, keputusan untuk menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar di wilayah terdampak adalah langkah yang sangat manusiawi. Hal ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk menenangkan diri di tengah situasi darurat.
“Penghentian sementara proses belajar mengajar bisa di maklumi untuk menstabilkan kondisi (psikologis) siswa. Bencana ini meninggalkan jejak emosional, sehingga penguatan psikologis sangat di perlukan agar mereka tidak mengalami trauma mendalam,” ujar Yamin.
Yamin menambahkan bahwa pihak sekolah dan dinas terkait perlu segera merancang program penguatan mental sebelum nantinya kegiatan belajar kembali normal.
Baca Juga: A Yamin Soroti Pentingnya Pendidikan Anak-anak Terdampak Bencana Longsor Cisarua
Aksi Nyata Fraksi Demokrat Bantu Korban Bencana Longsor
Sebagai bentuk kepedulian cepat, Yamin menyebut bahwa Fraksi Demokrat DPRD Jawa Barat telah bergerak di lapangan dengan menyalurkan bantuan tahap awal. Bantuan ini di tujukan untuk meringankan beban harian masyarakat yang kini harus mengungsi atau kehilangan tempat tinggal.
“Sebagai bentuk empati, kami dari Fraksi Demokrat sudah menyalurkan bantuan tahap awal kepada masyarakat terdampak. Ini adalah komitmen kami untuk hadir di tengah kesulitan warga,” tegas Yamin. (den)
Baca Juga: Wagub Jabar Pastikan Pencarian Korban Longsor di Cisarua Dilakukan Secara Maksimal







