banner 500x188

A Yamin Soroti Pentingnya Pendidikan Anak-anak Terdampak Bencana Longsor Cisarua

Anggota Komisi V DPRD Jabar, A Yamin menyoroti lumpuhnya aktivitas sekolah dasar akibat bencana longsor di wilayah Kecamatan Cisarua KBB.
Anggota Komisi V DPRD Jabar, A Yamin menyoroti lumpuhnya aktivitas sekolah dasar akibat bencana longsor di wilayah Kecamatan Cisarua KBB. (foto; istimewa)

JuaraNews, Bandung – Anggota Komisi V DPRD Jabar, A Yamin menyoroti lumpuhnya aktivitas sejumlah sekolah dasar akibat bencana longsor yang menerjang wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kondisi darurat yang memaksa para siswa beralih ke pembelajaran daring (online) di nilai sebagai langkah pahit yang harus di ambil demi keselamatan. Yamin menegaskan, meski sistem belajar jarak jauh tidak ideal, dalam situasi pascabencana, nyawa dan keselamatan siswa jauh lebih utama.

Yamin mengingatkan bahwa secara geografis, Jabar masih memegang predikat sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi. Mulai dari ancaman banjir, tanah longsor, hingga akses jalan yang kerap terputus menjadi pekerjaan rumah (PR) tahunan yang tak kunjung usai.

“Kita harus realistis, Jawa Barat ini rawan bencana. Kejadian di Cisarua yang berdampak pada sekolah dasar memang tidak kita harapkan. Namun upaya alternatif pembelajaran (daring) harus di maklumi dan di dukung demi stabilitas kondisi siswa,” ungkap Yamin.

Baca JugaWagub Jabar Pastikan Pencarian Korban Longsor di Cisarua Dilakukan Secara Maksimal

 

Cari Lokasi Aman, Jangan Tunda Belajar Tatap Muka

Legislator dari Fraksi Demokrat ini mendesak pemerintah daerah untuk tidak membiarkan siswa berlama-lama dalam ketidakpastian. Ia mendorong pencarian solusi konkret berupa lokasi relokasi sementara yang representatif untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Pemerintah harus bergerak cepat memaksimalkan pencarian lokasi yang aman untuk KBM. Pendidikan tidak boleh berhenti, tapi tempatnya harus benar-benar terjamin dari risiko bencana susulan,” tegasnya.

Selain soal pendidikan, Yamin juga menyentil soal pola pembangunan masyarakat di kawasan rawan bencana. Menurutnya, edukasi masif kepada warga mengenai izin mendirikan bangunan di zona bahaya harus ditingkatkan agar tragedi serupa tidak terus berulang.

“Edukasi kepada masyarakat sangat penting, terutama terkait pembangunan di kawasan rawan bencana. Mitigasi bukan hanya soal penanganan setelah kejadian, tapi bagaimana mencegah sejak awal melalui pemahaman tata ruang yang benar,” pungkas Yamin. (den)

Baca Juga: Pegadaian Jabar Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Longsor Cisarua Bandung Barat