banner 500x188

Daddy Rohanady Soroti Tingginya Pekerja Migran Asal Indramayu-Cirebon

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady, menyoroti masih besarnya jumlah pekerja migran yang berasal dari Indramayu dan Cirebon. 
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady

JuaraNews, Bandung – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady, menyoroti masih besarnya jumlah pekerja migran yang berasal dari Indramayu dan Cirebon.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa ketersediaan lapangan kerja di daerah masih perlu diperbanyak.

“Jumlah pekerja migran dari Indramayu dan Cirebon masih tinggi. Ini menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” ujar Daddy, Senin (8/11/2025).

Baca Juga: DPRD Jabar Terima Kunker DPRD Indramayu, Bahas Penguatan Fungsi dan Strategi Kinerja

Menurutnya, tingginya arus pekerja migran menggambarkan terbatasnya pilihan pekerjaan di daerah asal. Karena itu, pengembangan kawasan industri menjadi salah satu langkah yang dinilai mampu memperluas penyerapan tenaga kerja lokal.

Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah pembangunan kawasan industri di Losarang, Indramayu. Daddy menyebut, kawasan ini memiliki potensi besar dalam membuka peluang kerja baru bagi warga sekitar jika dapat dimaksimalkan.

Baca Juga: Wilayah Timur Jabar Siap Jadi Pusat Ekonomi Baru, DPRD Dorong Akselerasi Infrastruktur dan Pertanian

Sebagai contoh, sebuah pabrik di Krangkeng, Indramayu, diperkirakan dapat merekrut sekitar seribu tenaga kerja.

“Kalau tenaga kerja dari sejumlah kecamatan sekitar bisa terserap, itu sudah sangat membantu,” tuturnya.

Selain sektor industri, Daddy juga menekankan peran penting para pelaku usaha untuk memastikan pemerataan kesempatan kerja. Ia menilai, selama lapangan kerja lokal belum memadai, masyarakat akan terus mencari penghidupan hingga ke luar negeri.

Baca Juga: DOB Cirebon Timur Dinilai Urgen, Hj.Ratnawati: Akses dan Infrastruktur Tertinggal

Ia juga menggarisbawahi pentingnya keterhubungan antara kebutuhan industri dan kompetensi calon tenaga kerja.

Perusahaan, menurutnya, perlu menyampaikan kebutuhan keterampilan secara terbuka agar masyarakat dapat melakukan persiapan sejak awal. (dsp)