JuaraNews, Bandung – PT Motive Mulia (Beton Merah Putih), anak usaha PT Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih), menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah melalui inovasi teknologi modular beton.
Sejak 2024, perusahaan meluncurkan teknologi ini dan banyak pihak menilai inovasi tersebut mampu menjawab backlog perumahan nasional yang menurut data BPS mencapai sekitar 15 juta unit.
Sebagai bukti nyata, Beton Merah Putih membangun 608 unit rumah modular bagi pekerja pabrik gula di Merauke.
Perusahaan juga telah memulai tahap produksi komponen modular dan membangun pabrik precast di wilayah yang sama untuk menjamin ketersediaan komponen secara efisien, presisi, dan tepat waktu.
Baca Juga: Kota Bandung Resmi Miliki BPBD, Fokus Mitigasi Bencana Banjir dan Sesar Lembang
Solusi Kebutuhan Hunian Nasional
Akhmad Syamsudin, Direktur Komersial PT Motive Mulia, memaparkan lebih jauh penerapan teknologi ini dalam Gelar Wicara HUD Institute bertema “Teknologi Modular Beton untuk Mendukung Percepatan Program 3 Juta Rumah” di Bandung pada Rabu (27/8/2025).
Ia menegaskan bahwa teknologi modular beton mampu memangkas waktu pembangunan, menghemat biaya, sekaligus menjaga kualitas bangunan.
“Kami memahami urgensi kebutuhan hunian berkualitas. Proyek di Merauke menjadi bukti awal bahwa teknologi modular beton benar-benar aplikabel di Indonesia dan mampu menjawab tantangan perumahan ke depan,” kata Akhmad saat konferensi pers di Bandung, Rabu (27/8/2025).
Keunggulan Modular Beton: Cepat, Efisien, dan Tahan Bencana
Teknologi modular beton dari Beton Merah Putih menawarkan sejumlah manfaat utama:
Kecepatan dan Efisiensi: Perusahaan memproduksi komponen rumah di pabrik lalu merakitnya di lokasi proyek. Proses ini memangkas waktu konstruksi hingga 30–50%, sehingga pekerja dapat menyelesaikan satu unit rumah hanya dalam hitungan hari.
Hemat Biaya dan Minim Tenaga Kerja: Proses konstruksi yang terstandarisasi menekan kebutuhan tenaga kerja ahli, sehingga biaya proyek lebih efisien.
Ramah Lingkungan: Produksi modular menurunkan jumlah limbah konstruksi dan sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: KDM Tegaskan Merah Putih Harus Berkibar Paling Atas, Bukan Bendera One Piece
Kekuatan Teruji: Beton Merah Putih memproduksi setiap unit dengan standar kuat tekan minimal fc′ = 25 MPa atau setara beton K-300, sesuai SNI 2847:2019, sehingga bangunan tahan gempa dan aman di wilayah rawan bencana.
Menurut Dr. Ir. Hari Nugraha Nurjaman, M.T., Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak Prategang Indonesia (IAPPI), teknologi ini menjamin kecepatan sekaligus kekuatan struktural.
“Dalam pembangunan massal, syarat utama adalah kekuatan struktur. Modular beton memungkinkan rumah cepat selesai, kokoh, dan aman, sehingga masyarakat dapat menempatinya dengan layak,” ujarnya.
Baca Juga: Saeful Bachri: Dukung Program Koperasi Merah Putih, Tekankan Penguatan SDM
Dukungan Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian PKP menyatakan dukungan penuh. Adji Krisbandono, Kepala Sub Direktorat Wilayah 1, Direktorat Pembangunan Perumahan Perkotaan, menekankan pentingnya sinergi multipihak untuk mencapai target 3 juta rumah.
“Gotong royong menjadi kunci. Inovasi seperti modular beton memberi nilai tambah berupa efisiensi waktu dan kualitas terukur. Pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar target ini tercapai,” tegasnya.
Baca Juga: Dua Kurir Sabu Ditangkap di Garut, Polisi Sita 5,16 Gram Barang Bukti
Komitmen Beton Merah Putih
Selain proyek di Merauke, Beton Merah Putih juga menyiapkan groundbreaking pembangunan rusunami di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Oktober 2025 sebagai bagian dari implementasi Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintahan Prabowo–Gibran.
“Kami akan terus berada di garis terdepan dalam mendukung program kerakyatan ini. Dengan produk unggulan Beton Merah Putih, kami memastikan pembangunan berlangsung cepat, efisien, dan berkualitas demi kepentingan masyarakat serta kemajuan bangsa,” tegas Syamsudin. (dsp)







