banner 500x188

Kawal Penanganan Insiden KM 360, Manajemen Persib Silaturahmi ke Polres Batang

Manajemen Persib terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal penanganan insiden kekerasan di Rest Area Batang KM 360, Minggu (11/10/2026).
Manajemen Persib terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal penanganan insiden kekerasan di Rest Area Batang KM 360, Minggu (11/10/2026). (foto: persib.co.id)

JuaraNews, Bandung – Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal penanganan insiden kekerasan yang menimpa rombongan Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) lalu.

Sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut, manajemen Persib melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan jajaran Polresta Batang di Mapolresta Batang, Jalan Gajah Mada No 200, Kabupaten Batang, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya manajemen Persib untuk memastikan penanganan insiden tersebut terus dikawal melalui komunikasi dan koordinasi dengan aparat penegak hukum. Bagi Persib, perhatian terhadap kasus ini tidak berhenti pada penyampaian laporan, tetapi juga diwujudkan melalui komitmen untuk mengikuti perkembangan penanganannya secara berkelanjutan, dengan tetap menghormati kewenangan dan prosedur hukum yang berlaku.

Insiden tersebut sebelumnya menjadi perhatian serius setelah rombongan Persib mengalami kekerasan fisik, kerusakan bus, serta dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial dan perlengkapan pertandingan tim Persib Elite Pro Academy (EPA) U-18. Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan karena menyangkut keselamatan personel, ofisial, dan para pemain muda yang sedang menjalani proses pembinaan sepak bola.

Baca Juga: Sudah Berlatih Penuh, Beckham Putra Siap Kembali Bela Persib lawan Persik

 

Pihak yang Bertanggung Jawab Harus Diproses sesuai Hukum

Deputy CEO PT PBB Adhitia Putra Herawan menegaskan bahwa manajemen berkomitmen untuk terus mengawal penanganan perkara tersebut agar mendapatkan perhatian yang semestinya hingga proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

“Bagi kami, persoalan ini tidak boleh berhenti menjadi perhatian sesaat. Kami ingin memastikan komunikasi dengan pihak kepolisian terus berjalan dan penanganannya dikawal hingga tuntas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Keselamatan personel, ofisial, dan para pemain, termasuk pemain muda Persib EPA U-18, merupakan hal yang sangat penting bagi kami,” ujar Adhitia, dikutip laman resmi klub.

Menurut Adhitia, upaya mengawal penanganan insiden ini merupakan bagian dari tanggung jawab klub untuk melindungi seluruh insan Persib sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sepak bola yang aman bagi semua pihak.

“Kami menghormati proses dan kewenangan aparat penegak hukum dalam menangani perkara ini. Kami berharap seluruh fakta dapat terungkap secara objektif dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum. Bagi kami, persoalan ini bukan semata-mata tentang Persib, tetapi juga tentang keselamatan setiap orang dan pentingnya memastikan bahwa kekerasan tidak mendapat tempat dalam sepak bola Indonesia,” papar Adhitia.

Koordinasi antara manajemen Persib dan Polresta Batang diharapkan dapat mendukung penanganan perkara secara profesional dan objektif. Melalui komunikasi yang konstruktif, setiap informasi yang relevan dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak, sehingga proses penanganan berjalan sebagaimana mestinya.

Karenanya, kehadiran manajemen Persib ini pun diterima dengan baik oleh tim Penyidik, yang dipimpin Kanit 3 Satreskrim Polresta Batang, Ipda Pipin Setyo Utomo SH MH. Pipin mengaku, kehadiran manajemen Persib telah memotivasi tim penyidik.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara klub sepak bola dan aparat penegak hukum dalam menjaga keselamatan insan sepak bola. Rivalitas antarklub seharusnya menjadi bagian dari kompetisi yang menjunjung sportivitas, bukan alasan untuk melakukan tindakan yang mengancam keselamatan, merusak fasilitas, atau merugikan orang lain.

“Terima kasih kepada manajemen Persib yang hari ini telah bersilaturahmi ke Satreskrim Polresta Batang untuk menanyakan perkembangan daripada tindak pidana penganiayaan yang dialami oleh pemain Persib U-18 di rest area 360. Kemudian memberikan support supaya Polresta Batang dalam melakukan penyidikan tindakan pidana ini dapat dengan transparan dan seterang-terangnya,” ungkap Ipda Pipin.

Baca Juga: Umuh Muchtar Nilai Persib Bisa Menang Lebih Besar atas Cong Viettel

 

Bobotoh Diminta Tidak Terprovokasi

Dalam kesempatan tersebut, Pipin juga mengimbau kepada seluruh pihak terutama kedua belah suporter baik Persib maupun Persija Jakarta, untuk menjaga kondusivitas sepak bola Indonesia dan menyerahkan proses hukum berjalan dengan semestinya.

“Satreskrim Polresta Batang mengimbau kepada yang pertama untuk supporter atau pendukung dari Persib Bandung agar jangan terprovokasi atau terpengaruh dengan adanya kejadian tersebut di rest area 360,” harap Ipda Pipin.

“Kami mohon supaya tetap tenang, serahkan kepada kami dari pihak kepolisian Polresta Batang untuk dapat pengusuh tuntas perkara ini dan untuk menemukan pelaku-pelaku yang lain. Untuk supporter dari Persija atau Jakmania yang menjadi terduga, kami minta menyerahkan diri ke Polresta Batang atau menghubungi pihak kami sehingga akan lebih membuat dunia sepak bola ini lebih damai,” tambahnya.

Baca Juga: Peralta: Kemenangan Persib Berkat Rencana Permain yang Dipersiapkan dalam Latihan

Manajemen Persib juga mengajak seluruh Bobotoh untuk tetap tenang, tidak terpancing provokasi, dan terus memberikan dukungan secara positif. Manajemen memahami keprihatinan yang dirasakan Bobotoh atas peristiwa tersebut, tetapi mengajak semua pihak untuk mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum serta menghindari tindakan balasan yang dapat memperluas persoalan.

Melalui komitmen dan koordinasi yang berkelanjutan, Persib berharap penanganan insiden di Rest Area Batang KM 360 dapat berjalan secara profesional, objektif, dan tuntas. Lebih dari itu, peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen sepak bola Indonesia bahwa keselamatan manusia harus selalu menjadi prioritas, tanpa terkecuali.

Bagi Persib, mengawal penanganan insiden ini merupakan bagian dari tanggung jawab untuk melindungi insan sepak bola, menjaga kepercayaan publik, dan turut membangun ekosistem sepak bola Indonesia yang lebih aman, sportif, serta bermartabat. (den)