JuaraNews, Bandung – Layanan shuttle Bandung dan Jakarta TRAVL memperluas akses perjalanannya dengan membuka TRAVL Point Diponegoro di Jalan Diponegoro, Kota Bandung.
Kehadiran titik baru ini menjadi solusi keberangkatan bagi masyarakat di kawasan pusat Kota Bandung sekaligus bagian dari langkah TRAVL memperkuat posisinya sebagai layanan shuttle yang mengedepankan kenyamanan, keselamatan, teknologi, dan kualitas pelayanan.
Baca Juga:Tritan Point Jadi Saksi Sejarah, Hellprint United Day 9 Edisi ke-15 Sukses Mengguncang Bandung
Pembukaan TRAVL Point Diponegoro berangkat dari kebutuhan penumpang yang tidak hanya membutuhkan perjalanan dari satu kota ke kota lain, tetapi juga menginginkan proses perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan dapat diprediksi.
Head of Unit Business TRAVL, Syukron Fadillah Alkautsar atau Alka mengatakan, lokasi baru tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih dekat bagi masyarakat yang tinggal, bekerja, maupun beraktivitas di kawasan pusat kota dan sekitarnya.
“Kami selalu berusaha menangkap kebutuhan penumpang. Salah satu hal yang sering muncul adalah kebutuhan akan titik berangkat yang lebih dekat dengan pusat kota. Karena itu, kami mempersiapkan TRAVL Point Diponegoro sebagai alternatif keberangkatan dari pusat Kota Bandung,” ujar Alka, dalam siaran persnya yang diterima, Senin (28/9/2026).
Menurut Alka, kehadiran TRAVL goro bukan sekadar penambahan lokasi keberangkatan, melainkan bagian dari upaya membangun jaringan mobilitas yang lebih relevan dengan pola perjalanan penumpang.
Baca Juga:Pemprov Jabar Pastikan Jalan Diponegoro Bandung Belum Ditutup, Lalu Lintas Tetap Lancar
Selama ini, TRAVL Point Pasteur memiliki keunggulan dari sisi akses menuju dan dari tol, sementara TRAVL Point Diponegoro memberikan alternatif bagi penumpang yang memiliki aktivitas di kawasan perkantoran, pendidikan, hospitality, lifestyle, maupun residential area di pusat Kota Bandung.
Dari TRAVL Point Diponegoro, penumpang dapat melakukan perjalanan menuju lima TRAVL Point di Jakarta dan Tangerang Selatan, yaitu Fatmawati, Blora (Dukuh Atas), Semanggi, Bintaro, dan BSD. Layanan tersedia dengan frekuensi keberangkatan setiap jam mulai pukul 04.00 hingga 22.00 WIB.
Dalam operasionalnya, perjalanan dari Diponegoro menuju Jakarta dan Tangerang Selatan akan melewati TRAVL Point Pasteur sebelum melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir. Sementara untuk perjalanan menuju Bandung, penumpang tetap dapat turun setelah pintu keluar tol Pasteur dalam perjalanan menuju TRAVL Point Diponegoro.
Lebih dari Urusan Kenyamanan
Bersamaan dengan pembukaan titik baru, TRAVL juga menegaskan kembali pendekatannya terhadap layanan shuttle yang bisa diandalkan. Bagi TRAVL, yang utama ialah standar pengalaman yang lebih baik dan konsisten.
“Ada comfort, safety, reliability, technology, dan service yang harus hadir secara bersama-sama. kata Alka.
Pendekatan tersebut diterapkan mulai dari proses pemesanan hingga penumpang tiba di tujuan. Melalui website TRAVL, penumpang dapat mencari jadwal, memesan tiket, memilih kursi, melakukan pembayaran digital, hingga menerima electronic ticketing.
Baca Juga:Cara Hemat Baterai HP Agar Awet dan tidak Cepat Kembung
Dari sisi kenyamanan selama perjalanan, armada TRAVL dilengkapi dengan captain reclining seat, leg rest, headrest, USB Type-A dan Type-C charging, personal AC, serta kabin yang dirancang untuk mendukung kenyamanan perjalanan antarkota.
TRAVL menerapkan pendekatan safety by design dengan memanfaatkan teknologi sebagai lapisan pendukung dalam sistem keselamatan dan monitoring operasional.
Pada armadanya, TRAVL menggunakan Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang memanfaatkan sensor dan sistem pemantauan lingkungan sekitar kendaraan melalui dashcam. Sistem ini dapat memberikan peringatan terkait potensi risiko, seperti kendaraan yang terlalu dekat atau potensi tabrakan, sehingga pengemudi dapat memperoleh tambahan awareness selama perjalanan.
Sementara itu, menurut Alka, Driver Monitoring System (DMS) digunakan untuk membantu memantau kondisi pengemudi selama perjalanan, termasuk indikasi mengantuk atau kehilangan fokus. Ketika sistem mendeteksi kondisi yang perlu mendapatkan perhatian, DMS dapat memberikan peringatan secara langsung kepada pengemudi agar kembali fokus.
“Kami tidak ingin keselamatan hanya bergantung kepada satu faktor, misalnya kemampuan pengemudi saja. Kami ingin membangun sistem yang memberikan additional layer of monitoring and support. Teknologi seperti ADAS dan DMS menjadi supporting system bagi pengemudi dan command center,” tutur Alka.
Baca Juga:Duel Pamungkas M. Zidane vs Asep Lukman Panaskan Final Trial Game Dirt 2025 di Bandung
Selain itu, TRAVL menggunakan GPS real-time untuk membantu tim operasional melakukan fleet monitoring. Data pergerakan kendaraan dapat digunakan untuk melihat perjalanan secara real-time, membantu memperkirakan waktu kedatangan, serta mendukung koordinasi ketika terjadi kondisi tertentu selama perjalanan.
Di sisi lain, Alka menjelaskan, dengan berbagai sistem tersebut, TRAVL tidak hanya memperoleh informasi setelah kendaraan tiba di tujuan, tetapi memiliki visibilitas terhadap perjalanan yang sedang berlangsung. Penggunaan GPS tracker untuk monitoring armada secara real-time serta speed monitoring juga menjadi bagian dari pendekatan keselamatan operasional TRAVL.
Ke depan, TRAVL melihat data yang dihasilkan dari ADAS, DMS, dan GPS sebagai bagian dari pengembangan data-driven safety management, seiring dengan berkembangnya jumlah armada dan kebutuhan terhadap centralized monitoring.
“Kami ingin memastikan pengalaman penumpang tetap terasa nyaman dari saat booking, menunggu di TRAVL Point, selama perjalanan, hingga tiba di tujuan. Bagi kami, teknologi, kenyamanan, dan keselamatan harus berjalan bersama dalam membangun pengalaman perjalanan yang konsisten. Ini juga sejalan dengan tagline TRAVL, ‘Smile In Every Mile’,” kata Alka.
Dengan hadirnya TRAVL Point Diponegoro, TRAVL kini memberikan pilihan akses baru bagi masyarakat pusat Kota Bandung tanpa mengubah standar layanan yang selama ini dibangun. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari langkah TRAVL untuk membawa pengalaman perjalanan antara Bandung dan Jakarta yang lebih dekat, nyaman, terpantau, dan konsisten bagi penumpangnya. (*)







