JuaraNews, Bandung – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung siap menyukseskan penyelenggaraan sekaligus mengejar target juara umum pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026.
Meski demikian, persiapan kontingen menghadapi ajang yang akan berlangsung di Kota Bandung pada 22-28 November 2026 menghadapi persoalan anggaran.
Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, mengatakan anggaran kontingen yang diajukan sebesar Rp10 miliar. Namun, hanya mendapat alokasi Rp2,5 miliar.
“10 miliar (pengajuan). Dan itu juga sudah diajukan oleh Dispora itu segitu. Komunikasi, audiensi dengan Dewan juga diajukan 10 miliar. Tapi ending-nya, hari Senin kemarin kami dapat kabar bahwa anggaran yang kita dapat untuk kontingen itu cuma 2,5 (miliar), Nah, akan diberikan nanti mungkin segera ya di ABT,” kata Yadi, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Torehkan Prestasi di Kejurnas Menembak 2026, NPCI Kota Bandung Bawa Pulang 6 Medali
Terkait kebutuhan penyelenggaraan Peparda sebagai tuan rumah, Yadi mengatakan sudah mengajukan anggaran sebesar Rp14 miliar. Hanya saja, yang disetujui sebesar Rp5 miliar.
“Untuk tuan rumah, kita pengajuan itu di Rp14 (miliar), tapi di-acc atau akan diberikan Rp5 miliar. Ya, harapan kami tentunya bisa bertambah, walaupun sulit. Tentunya harapan kami ini bisa bertambah ka- untuk mencukupi secara maksimal gitu kebutuhan kita,” ujarnya.
Yadi menuturkan, pemangkasan anggaran tersebut cukup mengganggu konsentrasi NPCI Kota Bandung dalam mempersiapkan kontingen. Apalagi, persiapan atlet telah dilakukan sejak awal tahun.
Untuk persiapan Peparda, NPCI Kota Bandung telah menyiapkan sekitar 300 atlet, 100 pelatih dan kepala pelatih, serta jajaran official, manajer dan panitia kontingen, jika ditotalkan mencapai lebih dari 500 orang.
Baca Juga: Wyata Guna dan NPCI Kota Bandung Jalin Kolaborasi Demi Prestasi Atlet Disabilitas
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Yadi memastikan semangat para atlet tidak surut. Pihaknya telah mengunjungi atlet dan melihat antusiasme serta semangat mereka dalam berlatih.
“Yang pasti, dalam kondisi apa pun, kita tetap siap jadi juara umum!,” tegasnya.
NPCI Kota Bandung menurutnya sudah mengirimkan surat audiensi kepada Wali Kota Bandung. Yadi mengatakan, pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang menyampaikan kondisi kontingen jelang Peparda 2026.
“Mudah-mudahan semoga bisa segera bertemu dengan Bapak Wali. Minimal kami mendapat motivasi dari Bapak Wali,” katanya.
Hal senada disampaikan juga oleh, Sekretaris Umum NPCI Kota Bandung, Djumono. Menurutnya, NPCI Kota Bandung terus menjalankan persiapan guna meraih juara umum dan kontingen Kota Bandung akan mengikuti 17 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Meski demikian, ia menilai efisiensi anggaran dinilai akan berdampak terhadap persiapan kontingen yang bakal tampil di Peparda 2026.
“Sehingga harapan kita tentunya ada nilai yang lebih dari Pemerintah Kota Bandung untuk atlet-atlet NPCI Kota Bandung, kontingen NPCI Kota Bandung lebih siap lagi menjadi juara umum,” ujarnya.
Djumono menuturkan, NPCI Kota Bandung belum bertemu langsung dengan Wali Kota Bandung setelah Kota Bandung ditetapkan sebagai tuan rumah Peparda VII 2026. Sehingga, pihaknya berharap audiensi yang telah diajukan dapat segera terealisasi.
Atlet Masih Semangat di Tengah Keterbatasan

Binpres NPCI Kota Bandung Taufik Hidayat, mengatakan menjelang Peparda 2026 seluruh program persiapan telah berjalan maksimal, mulai dari klasifikasi, seleksi, keabsahan hingga pemusatan latihan.
Dukungan Pemerintah Kota Bandung dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menurutnya sangat dibutuhkan untuk memastikan seluruh program berjalan maksimal.
“Kami di sini mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kota Bandung, baik itu Pemkot maupun Dispora. Karena untuk menjalankan program, itu segala sesuatunya harus didukung dengan dukungan dari pemerintah itu sendiri,” ungkap Taufik.
Taufik memastikan kontingen Kota Bandung memiliki motivasi tinggi untuk tampil maksimal dan meraih gelar juara pada Peparda 2026.
Hal serupa disampaikan juga oleh pelatih Blind Judo NPCI Kota Bandung, Wirya. Ia menuturkan, atlet tetap semangat ditengah keterbatasan yang dihadapi.
“Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa sejak bulan Juni kemarin kita sudah menjalankan program latihan sampai dengan saat ini, di mana Alhamdulillah semangat dan motivasi dari para atlet cukup luar biasa,” katanya.
“Kami tentunya butuh sekali dukungan dari berbagai aspek, dari segi sarana, prasarana, pembinaan, agar tidak mengurangi sedikit pun semangat dari kami para pelatih dan para atlet di dalam berprestasi,” tegasnya.
Sementara itu, atlet Blind Judo NPCI Kota Bandung, Nurul Fadlilah, mengatakan jelang Peparda 2026 masih adanya sejumlah kebutuhan atlet yang belum diterima sejak pemusatan latihan.
“Benar seperti pelatih saya, Bapak Wirya, kita selalu semangat. Tapi di dalam latihan itu, seperti hal lain seperti kayak insentif, gaji, suplemen, itu belum kita dapatkan dari awal kita pemusatan latihan di awal Juni itu,” ujar Nurul.
Nurul berharap, pemerintah segera segera memberikan dukungan dan memenuhi hak-hak atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Peparda VII 2026.
Sementara itu aktivis Olahraga, Suhendar, mengatakan dukungan pemerintah terhadap atlet disabilitas tidak cukup hanya dalam bentuk motivasi moral. Namun, dukungan nyata berupa anggaran sangat penting untuk persiapan kontingen.
“Sehingga dukungan dari pemerintah yang riil dalam bentuk finansial itu benar-benar diharapkan oleh teman-teman atlet,” kata Suhendar.
Pihaknya berharap NPCI Kota Bandung dapat segera melakukan mediasi dengan Pemerintah Kota Bandung agar kebutuhan atlet dapat disampaikan secara langsung.
Menurutnya, atlet harus bisa berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan tanpa memikirkan persoalan biaya latihan maupun kebutuhan hidup.







