banner 500x188

Junas Miradiarsyah Ungkap Alasan IBL 2026 Ubah Semifinal Jadi Best of Five

Direktur IBL Junas Miradiarsyah. (foto: juaranews/rahman)
Direktur IBL Junas Miradiarsyah. (foto: juaranews/rahman)

JuaraNews, Bandung – Indonesian Basketball League (IBL) 2026 telah memasuki babak semifinal. Pada fase ini, kompetisi menghadirkan format baru yakni Best of Five.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menjelaskan bahwa penerapan format Best of Five dengan sistem Home-Home-Away-Away-Home di babak semifinal merupakan bagian dari inovasi yang telah direncanakan sejak beberapa musim lalu.

“Ya Alhamdulillah kan dengan format atau inovasi tahun ini, di mana semifinal dan final menjadi best of five dari best of three, sesuatu yang kita planning bukan cuman dari musim lalu, tapi sudah dari beberapa yang lalu,” katanya di Bandung Arena, Jumat (5/6/2026).

Perubahan format tersebut didasari sejumlah pertimbangan, salah satunya meningkatnya kualitas pertandingan dan antusiasme penonton yang hadir di laga kandang masing-masing tim.

Baca Juga: Satria Muda Siap Tempur di Play Offs IBL 2026

“Di mana kita melihat kalau memang kualitas pertandingannya terus meningkat, dan attendance penonton di homenya juga meningkat, itu merupakan indikator untuk kita tambah jumlah gamenya,” ujarnya.

Penambahan jumlah pertandingan menurutnya akan berdampak positif terhadap kualitas kompetisi karena setiap tim memiliki kesempatan lebih besar untuk menunjukkan konsistensi permainan.

“Karena apa? Kalau misalnya kita tambahkan jumlah pertandingannya dengan pertandingan yang kualitas, pasti buat timnya makin baik karena makin kompetitif, kemudian buat fans juga makin bagus,” jelasnya.

Junas juga mengungkapkan bahwa pengalaman musim lalu menjadi salah satu alasan kuat diterapkannya format baru di fase semifinal.

Baca Juga: Konsep Baru IBL All Star 2026, Bandung Jadi Panggung Kolaborasi Besar

‘”Tahun lalu semifinal itu hampir dua partai-nya mencapai game ketiga. Jadi kita lihat tahun ini sudah layak untuk dicoba best of five gitu,” tegasnya.

Pada babak semifinal IBL 2026, empat tim yakni Satria Muda Pertamina Bandung, Bogor Hornbills, Pelita Jaya Jakarta, dan Dewa United Banten akan bersaing memperebutkan tiket ke partai puncak.

Satria Muda Pertamina Bandung saat tampil di semifinal IBL 2026. (foto: juaranews/rahman)

Junas sendiri menyaksikan langsung laga semifinal antara Satria Muda Bandung melawan Bogor Hornbills di Bandung Arena, Jumat (5/6/2026).

Pada kesempatan itu, ia mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme penonton yang hadir pada pertandingan pertama semifinal tersebut.

“Untuk game pertama ini hari Jumat, menurut saya sangat baik, cukup di atas ekspektasi. Tadi saya cek juga ke tim Satria Muda, penjualannya sudah di atas 70 persen,” ungkapnya.

Tingginya minat penonton sejak pertandingan pertama menunjukkan besarnya antusiasme pecinta bola basket, khususnya di Kota Bandung.

“Jadi menurut saya bagus, dan ini kan artinya orang enggak hanya menunggu, oh biasa kan nanti tunggu di game paling pentingnya, atau game penentuan. Ini enggak, ini dari game pertama sudah menunjukkan antusiasmenya,” ucapnya.

Format Best of Five juga memberikan keuntungan bagi tim yang menempati peringkat lebih tinggi pada musim reguler karena memiliki kesempatan bermain lebih banyak di kandang sendiri.

“Jadi menurut saya bagus, ya. Dan keuntungan juga kan buat tim yang peringkatnya lebih tinggi, main lebih dulu dan punya jumlah pertandingan di kandang lebih banyak, jadi menurut saya kehadiran penonton di setiap pertandingannya akan makin penting,” jelasnya.

Junas optimistis penerapan format Best of Five akan memberikan dampak positif bagi perkembangan kompetisi bola basket nasional di masa yang akan datang.

“Dan untuk ke depannya, kalau ini terus kita bisa maintenance akan bagus juga buat liganya, buat ekosistemnya, dan buat timnya terutama,” pungkasnya.