banner 500x188

HYDROPLUS Soccer League Bandung: Mojang Priangan dan Akademi Persib Bandung Pastikan Langkah ke Kudus Usai Sabet Gelar Juara

HYDROPLUS Soccer League Bandung: Mojang Priangan dan Akademi Persib Bandung Pastikan Langkah ke Kudus Usai Sabet Gelar Juara
Para juara HYDROPLUS Soccer League Bandung memperoleh hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp40 juta dan runner-up mendapatkan Rp20 juta.

JuaraNews, Bandung – HYDROPLUS Soccer League Bandung 2025/2026 resmi berakhir, menutup lembaran kompetisi panjang yang sarat akan drama dan persaingan ketat di setiap pekan sejak Oktober 2025.

Mojang Priangan di kategori U-15 dan Akademi Persib Bandung pada sektor U-18 tampil sebagai kampiun sekaligus memastikan tiket menuju HYDROPLUS Soccer League All-Stars di Kudus pada Juli 2026.

Pekan terakhir yang berlangsung di Lapangan Pusdikpom, Kota Cimahi, Sabtu (16/5/2026), menjadi momen penentuan bagi sejumlah tim. Persaingan ketat di kategori U-15 pun tersaji hingga laga pamungkas, Mojang Priangan akhirnya keluar sebagai juara usai pesta gol 4-0 atas Setia Srikandi.

Kemenangan tersebut terasa spesial karena mereka harus bersaing ketat dengan Goal Aksis hingga akhir kompetisi. Kedua tim sama-sama mengoleksi 46 poin, namun Mojang Priangan unggul jauh dalam produktivitas gol, yakni 91 gol berbanding 55 milik Goal Aksis.

Mojang Priangan langsung tampil agresif sejak peluit awal dibunyikan. Baru dua menit pertandingan berjalan, Nayla Aulianti sukses membuka keunggulan melalui sundulan memanfaatkan bola di depan gawang. Gol cepat itu membuat permainan Mojang Priangan semakin percaya diri.

Dominasi mereka kembali terlihat pada menit ke-18. Nayla kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memenangkan duel udara dan menanduk bola masuk ke gawang lawan.

Menjelang turun minum, Mojang Priangan mendapat hadiah penalti yang sukses diselesaikan Ranna Dzakira Silva pada menit ke-24 untuk membawa tim unggul 3-0 di babak pertama.

Baca Juga: Akademi Persib Putri U-15 Kokoh di Puncak Klasemen Hydroplus Soccer League

Memasuki babak kedua, tekanan Mojang Priangan tak mengendur. Mereka tetap tampil disiplin dan terus menguasai permainan. Gol penutup akhirnya lahir lewat aksi Fathin Rafifa Rabbani pada menit ke-44 yang memastikan kemenangan telak 4-0 sekaligus mengunci gelar juara U-15.

Head Coach Mojang Priangan, Imam Sujagad, menyebut konsistensi mencetak gol menjadi faktor penting keberhasilan timnya musim ini.

“Alhamdulillah di pekan terakhir kami bisa memaksimalkan agregat gol. Persaingan sangat ketat karena poin terus saling kejar. Kami tekankan kepada pemain untuk terus mencetak gol dan tampil maksimal di setiap pertandingan,” ujar Imam.

Kapten Mojang Priangan, Nayla Aulianti, juga mengaku bangga atas hasil yang diraih timnya setelah bekerja keras sepanjang kompetisi.

“Saya bangga latihan keras yang kami lakukan membuahkan hasil menjadi juara. Ke depan saya ingin terus berkembang dan kembali meraih juara,” kata Nayla.

Aksi para pemain Mojang Priangan saat mengalahkan Setia Srikandi 4-0 dalam pertandingan terakhir HYDROPLUS Soccer League di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Sabtu (16/5/2026).

Sementara itu di kategori U-18, Akademi Persib Bandung sukses mengangkat trofi juara usai mengoleksi 40 poin. Pada laga terakhir, mereka bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Goal Aksis 3-1.

Sempat tertinggal di babak pertama, Akademi Persib Bandung tampil lebih tajam selepas jeda. Tiga gol berhasil dicetak melalui Keyra Az-zahra pada menit ke-43, Dwi Aprilia Harahap menit ke-65, serta Fatima Isya Daud menit ke-68.

Baca Juga: 16 Tim Terbaik Siap Bersaing di Piala Pertiwi All Stars 2025 di Kudus

Head Coach Akademi Persib Bandung U-18, Dian Nadia Mutiara, menilai timnya masih perlu meningkatkan fokus sejak menit awal pertandingan.

Head Coach Akademi Persib Bandung U-18, Dian Nadia Mutiara, merasa senang timnya bisa menjadi juara di ajang ini. Namun, ia juga mencatat ada beberapa hal yang perlu diperbaiki sebelum berlaga di kompetisi selanjutnya.

“Di babak pertama kami harus lebih siap ketika sudah berada di lapangan. Jangan sampai kendor di awal. Tadi mereka belum siap untuk bertanding, jadi nanti mungkin kedepannya kami harus lebih siap dari menit awal sampai menit akhir, dan benar-benar harus fokus,” ucap Dian.

Selain mendapatkan trofi juara, para juara kategori U-15 dan U-18 juga mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp40 juta. Sedangkan runner-up.

Aksi Akademi Persib Bandung U-18 saat melibas Goal Aksis dengan skor 3-1 dalam pertandingan pekan terakhir HYDROPLUS Soccer League di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Sabtu (16/5/2026).

Wadah Kompetitif Berjenjang Menuju Level Lebih Tinggi

Kompetisi HYDROPLUS Soccer League sendiri menjadi bagian dari pembinaan berjenjang sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Hydroplus. Liga ini digelar di empat kota yakni Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Kudus dengan melibatkan 50 tim U-15 serta 27 tim U-18.

Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan kompetisi ini menjadi wadah penting bagi pesepak bola putri muda untuk mendapatkan jam terbang secara rutin.

“HYDROPLUS Soccer League menjadi tahap lanjutan setelah MilkLife Soccer Challenge. Di sini para pemain mendapat pengalaman bertanding dengan sistem liga sehingga kemampuan mereka terus berkembang setiap minggunya,” ujar Teddy.

Baca Juga: All Stars Bandung Juara HYDROPLUS Piala Pertiwi U14 & U16 2025 All Stars Usai Tundukkan Tangerang

Ia menambahkan, kompetisi tersebut juga menjadi jembatan penting menuju level profesional dan sumber pencarian bakat bagi klub maupun tim nasional.

“Saat ini, HYDROPLUS Soccer League menjadi satu-satunya liga sepak bola putri U-15 dan U-18 yang bergulir di Indonesia. Sehingga liga ini diharapkan dapat menjadi talent pool bagi klub-klub elit yang ingin membentuk tim sepak bola putri dan juga bagi federasi yang mencari sosok potensial untuk mengisi skuad tim nasional,” Teddy menjelaskan.

Senada dengan hal tersebut, Pelatih Kepala Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, yang memboyong serta skuad Timnas Putri Senior untuk menyaksikan pekan terakhir Hydroplus Soccer League mengatakan liga ini merupakan wadah sangat penting dalam pertumbuhan sepak bola putri di Indonesia.

Menurut Satoru, melalui kompetisi inilah para pemain dapat menambah jam terbang sekaligus mengasah kemampuan mereka secara nyata di lapangan. Pengalaman bertanding tersebut diyakini akan membawa dampak positif yang besar bagi kemajuan Timnas Putri Indonesia di masa depan.

“Saya sangat terbantu karena kehadiran HYDROPLUS Soccer League penting untuk perkembangan ekosistem sepak bola Indonesia. Saya berharap program ini terus digalakan agar bisa lebih baik kedepannya,” tandas Satoru Mochizuki.

“Dari ribuan atlet yang bertanding kami melihat banyak bakat potensial yang muncul. Tentunya kami akan memantau lebih lanjut perkembangan mereka dan semoga kelak dapat mengisi skuad Timnas Indonesia di masa mendatang,” sambungnya.

Hal senada disampaikan Kapten Timnas Putri Indonesia, Shafira Ika Putri Kartini. Ia menilai kualitas permainan para peserta sudah berkembang pesat dibanding generasinya dahulu yang belum memiliki kompetisi khusus sepak bola putri.

“Saat saya waktu berusia 15 dan 18 tahun, belum ada liga dan kompetisi seperti ini. Ketika itu jika ingin latihan harus bermain bersama tim-tim putra, tapi zaman sekarang sudah berbeda dan senang juga melihat sepak bola putri di Indonesia semakin maju. Semoga ke depannya sepak bola putri semakin berkembang dan bisa membanggakan Indonesia,” ucap Shafira.

Baca Juga: Pantik Asa Sepak Bola Putri, MilkLife Soccer Challenge 2025-2026 Sambangi 10 Kota

Beberapa bakat yang mencuri perhatian sepanjang gelaran HYDROPLUS Soccer League di Bandung ialah Amanda Fitriani dan Kazumi Zalfa Arrobi Nurlan. Keduanya merupakan pemain andalan tim Goal Aksis yang juga jebolan dari MilkLife Soccer Challenge Bandung.

Performa impresif keduanya membawa Amanda dan Kazumi dipilih oleh pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 Timo Scheunemann mengikuti Training Camp di Clairefontaine, Prancis, sebagai bagian dari persiapan menghadapi turnamen ASEAN Cup U-17 2026.

Selain Amanda dan Kazumi, HYDROPLUS Soccer League juga melahirkan talenta-talenta muda lainnya yang terus berkembang, salah satunya adalah Nafeeza Ayasha Nori. Pemain yang aktif berkompetisi bersama tim Mojang Priangan itu bahkan ketika berusia 14 tahun pernah dipercaya memperkuat tim Filipina, Makati FC.

Usai memenangi gelar HYDROPLUS Soccer League Bandung, Mojang Priangan dan Akademi Persib Bandung meraih tiket untuk berlaga di HYDROPLUS Soccer League All-Stars yang akan dihelat di Kudus pada Juli 2026.

Ajang tersebut akan mempertemukan juara dan runner up U-15 dan U-18 dari empat kota penyelenggaraan yakni Surabaya, Jakarta, dan Kudus.

Berikut daftar juara HYDROPLUS Soccer League Bandung 2025/2026:

Kategori Usia 15 

  • Juara: Mojang Priangan
  • Runner-Up: Goal Aksis
  • Top Skor: Syabilla Khanaya Ardianto (Mojang Priangan) – 19 Gol
  • Best Goalkeeper: Elbian Defika Aryasatya (Goal Aksis)
  • Best player: Raisya Novita Amalia (Mojang Priangan)

Kategori Usia 18

  • Juara: Akademi Persib Bandung
  • Runner-Up: Putri Garut
  • Top Skor: Diana Annisa Rahmawati (Putri Garut) – 15 Gol
  • Best Goalkeeper: Gadhiza Asnanza (Akademi Persib Bandung)
  • Best player: Sucy Kanya Sholehah (Akademi Persib Bandung)