JuaraNews, Bandung – Laga antara Bhayangkara FC kontra Persib Bandung pada Pekan 30 Super League 2025-2026, Kamis (30/5/2026) malam sempat diwarnai tudingan rasis verbal, yang diarahkan kepada Marc Klok.
Pihak Bhayangkara menuding Marc Klok melontarkan kata-kata rasial berupa ‘black’ kepada striker Bhayangkara FC, Bernard Henri Doumbia pada laga yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.
Insiden tersebut terjadi seusai gol pertama Persib yang memperkecil kedudukan menjadi 2-1 di akhir babak pertama. Sebelum laga dilanjutkan, Marc Klok sempat terlibat percekcokan dengan Doumbia. Dari perbincangan itulah, pihak Bhayangkara FC menduga Marc Klok melayangkan kalimat rasial kepada pemain asal Pantai Gading tersebut.
“Terkait dengan aksi rasis yang diterima Henry Doumbia, selepas pertandingan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC langsung melaporkan aksi rasis Marc Klok kepada Match Commsioner (Match Com) yang bertugas di laga tersebut dan juga langsung bersurat ke Komdis PSSI,” tulis pernyataan resmi Bhayangkara FC di akun Instagram resminya.
Baca Juga: RESMI: Dibantai Persebaya 4-0, PSBS Biak Kembali Terdegradasi ke Championship League
Marc Klok: Give Me The Ball Back
Pihak manajemen Persib dan Marc Klok sendiri langsung membantah tuduhan tersebut. Menurut Klok, kalimat yang ia sampaikan kepada Doumbia tidak mengandung unsur rasis sedikit pun.
“Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya. Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme,” ujar Klok dalam pernyataan di kanal resmi Persib.
“Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan,” sambungnya.
Terkait perbincangannya dengan Doumbia, menurut Klok, Doumbia sempat menahan bola seusai Maung Bandung mencetak gol pertama, bukannya melanjutkan kick-off. “Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, ‘Give me the ball back’ Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata ‘black’,” papar Klok.
Baca Juga: Kalah oleh Persib Bandung, Bhayangkara FC Dapat Pelajaran Penting
Menurut Klok, Henri mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula dengan rekan-rekan setimnya dan pelatih Bhayangkara. Namun Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC Sumardji, menurut Klok terus mengatakan dirinya sebagai pemain rasis.
”Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan. Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini,” beber Klok.
“Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya, serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar,” pungkasnya.
Baca Juga: Comeback 4-2 di Markas Bhayangkara, Persib Bandung Kembali ke Puncak Klasemen
Tuduhan Harus Didasarkan Fakta dan Bukti yang Jelas
Menanggapi tuduhan tindakan rasisme yang diarahkan Klok, manajemen Persib pun menyampaikan pernyataan resminya. Menurut manajemen Maung Bandung, pihaknya selalu menjunjung tinggi nilai integritas, sportivitas, dan penghormatan terhadap keberagaman. Persib un tidak mentolerir segala bentuk tindakan rasisme dalam kondisi apa pun.
“Dalam konteks ini, kami menyatakan dukungan penuh kepada kapten tim kami, Marc Klok, yang telah menyampaikan secara tegas bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan rasisme sebagaimana yang dituduhkan,” ungkap manajemen Persib dalam pernyataan resminya di laman persib.co.id.
Persib menegaskan bahwa setiap tuduhan serius harus didasarkan pada fakta dan bukti yang jelas. “Karena itu, kami mendorong agar proses yang berjalan dilakukan secara objektif, transparan, dan adil oleh pihak yang berwenang. Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak berspekulasi, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah demi menjaga kondusivitas kompetisi dan ekosistem sepak bola Indonesia,” menutup pernyataannya. (den)







