banner 500x188

Komisi II DPRD Jabar Perkuat Pengawasan Program ASRI, Dorong Percepatan Penurunan Stunting

Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat terus memperkuat pengawasan program penanganan stunting berbasis ketahanan pangan keluarga.
Anggota Komisi II DPRD Jabar, Saeful Bachri, bersama rombongan saat berkunjung ke KWT dalam rangka evaluasi pelaksanaan Program ASRI. (Foto: FB/@Saeful Bachri)

JuaraNews, Bandung – Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat terus memperkuat pengawasan program penanganan stunting berbasis ketahanan pangan keluarga.

Salah satunya melalui kunjungan kerja ke Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam rangka evaluasi pelaksanaan Program Agro Sehat Rakyat Indonesia (ASRI).

Kunjungan tersebut berlangsung di KWT Cipta Mandiri, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (1/4/2026), serta di KWT Mandiri di Kota Cimahi pada Rabu (2/4/2026).

Baca Juga: HUT ke-80 Jabar, Fraksi Demokrat DPRD Jabar Soroti Penanganan Stunting

Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Saeful Bachri, turut hadir bersama rombongan untuk meninjau langsung implementasi program di lapangan serta memastikan pelaksanaannya berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam kunjungan itu, Saeful Bachri menyampaikan bahwa program ASRI memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting, terutama melalui pendekatan pemenuhan gizi keluarga.

“Kami melihat langsung bagaimana program ini berjalan di masyarakat. Secara umum sudah cukup baik, terutama dalam pemanfaatan hasil ternak seperti telur untuk pemenuhan gizi balita. Ini langkah konkret yang perlu terus diperkuat,” ujar Saeful Bachri.

Baca Juga: Harga Emas Antam Merosot Hari Ini! Simak Daftar Lengkapnya

Di KWT Cipta Mandiri, kelompok tani menjalankan program budidaya ayam petelur dengan dukungan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan merasakan manfaat nyata. Mereka memanfaatkan produksi telur secara rutin untuk memenuhi kebutuhan gizi balita, dengan penyaluran sekitar 40 butir setiap bulan kepada anak-anak yang membutuhkan.

Kelompok tani juga menjual kelebihan produksi untuk mendukung keberlanjutan usaha, termasuk membeli pakan ternak.

Meski demikian, Saeful mencatat sejumlah kendala yang masih dihadapi kelompok tani, seperti keterbatasan media tanam serta kebutuhan penguatan sarana produksi.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025, Dorong Perencanaan Anggaran Lebih Tertata

Penguatan Fasilitas Jadi Kunci Keberlanjutan Program

“Masukan dari KWT ini penting. Ke depan, kami mendorong agar dukungan tidak hanya pada bantuan awal, tetapi juga penguatan sarana dan prasarana agar program bisa berkembang lebih optimal dan berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti rendahnya tingkat partisipasi masyarakat terhadap Program ASRI di Jawa Barat. Dari sekitar 5.957 desa yang ada, program ini belum menjangkau secara luas.

“Kami mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan untuk lebih masif dalam sosialisasi dan memperluas jangkauan program. Targetnya hingga 100 ribu penerima manfaat harus benar-benar tercapai agar dampaknya signifikan terhadap penurunan stunting,” tegasnya.

Baca Juga: Komisi II DPRD Jabar Evaluasi Kinerja OPD dalam Pembahasan LKPJ 2025

Berdasarkan data, prevalensi stunting di Jawa Barat pada tahun 2024 tercatat sebesar 15,9 persen, turun dari 21,7 persen pada tahun 2023. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan penurunan hingga di bawah 10 persen pada periode 2025–2026.

Saeful optimistis, penguatan program berbasis masyarakat seperti ASRI akan mempercepat pencapaian target tersebut.

“Kalau program ini diperluas dan dikelola dengan baik, kami yakin kontribusinya terhadap peningkatan gizi masyarakat akan semakin besar, dan target penurunan stunting bisa terealisasi,” pungkasnya. (dsp)