banner 500x188

Hasil Musda PERBASI Jabar Secara De Facto Sudah Diakui DPP

Ketua DPD Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Jawa Barat, Epriyanto Kasmuri. (foto: juaranews/rahman)

JuaraNews, Bandung – Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Jawa Barat disebut telah selesai sesuai dengan mekanisme organisasi.

Dalam Musda yang digelar di Karsaland, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (14/2/2026), Epriyanto terpilih secara aklamasi sebagai ketua DPD PERBASI Jabar.

Epriyanto menilai, Musda tersebut berjalan sesuai dengan mekanisme organisasi dan hanya terdapat satu calon yang maju dalam proses pencalonan.

“Sebetulnya setelah dari Musda tanggal 14 Februari 2026 kamarin, itu sebetulnya kan musdanya sudah selesai dan juga sudah menghasilkan ketua terpilih sebetulnya, secara aklamasi karena memang ditentukan calon tunggal,” katanya di Gedung KONI Jabar, Jumat (6/3/2026).

Baca Juga: DPP dan KONI Jabar Klarifikasi Hasil Musda PERBASI

Mengenai adanya sejumlah Pengcab yang keberatan dengan hasil Musda tersebut, Epriyanto mengatakan hal itu merupakan hak masing-masing Pencab.

Saat itu, mereka yang menyampaikan keberatan memilih untuk meninggalkan forum sebelum berakhirnya Musda.

Sehingga dengan aksi walk out dari forum tersebut, berdampak pada hilangnya hak mereka dalam proses pengambilan keputusan.

“Perlu diketahui juga, 13 yang keberatan itu sebetulnya mereka keluar di dalam forum. Artinya mereka semuanya melakukan walk out,” ucapnya.

“Pada saat mereka walk out, sebetulnya mereka itu harusnya secara sadar bahwa mereka itu meninggalkan semua hak-haknya mereka di dalam forum,” jelasnya.

Baca Juga: Tancap Gas, Epriyanto Prioritaskan Beasiswa Atlet Bersama DPD PERBASI Jawa Barat

Terpilih Aklamasi, Epriyanto Kasmuri Pimpin PERBASI Jabar 2026–2030. (foto: juaranews/rahman)

Meski ada beberapa yang melalukan walk out, namun dari sisi keabsahan forum, syarat kuorum Musda telah terpenuhi.

“Terpenuhi. Dari 26 kabupaten kota yang memiliki hak suara, itu yang ada di dalam ruangan sampai dengan korum itu, sampai dengan finalnya musda itu adalah 13 plus 1. Artinya ada 14,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan Musda juga diawasi dan ditinjau oleh induk organisasi olahraga serta perwakilan pengurus pusat.

Secara de facto hasil Musda juga telah diakui oleh DPP, lantaran surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPD dapat diterima oleh pengurus pusat.

“Secara de facto bahwa hasil musda sudah di akui oleh DPP, itu terbukti dari berlakunya surat rekomendasi dari DPD Jabar berkaitan dengan agenda seleksi nasional atlet U-18 untuk Piala Dunia SEABA,” ujarnya.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi, Epriyanto Kasmuri Pimpin PERBASI Jabar 2026–2030

Selain itu, beberapa daerah yang sebelumnya menyampaikan keberatan tetap mengajukan permohonan rekomendasi kepada pengurus daerah untuk berbagai kegiatan termasuk pemanggilan atlet.

“Lalu secara de facto juga diakui bahkan oleh pengcab yang mengajukan keberatan atas musda 14 Februari,” ucapnya.

“Yaitu Kota Bogor, Kota Cirebon, dan juga Kabupaten Bandung. Hal itu di buktikan dengan adanya surat permohonan rekomendasi kegiatan dari Pengcab-Pengcab tersebut,” jelasnya.

Dengan demikian, Epriyanto menilai mereka mengakui hasil Musda dan tidak relevan apabila Musda pada 14 Februari lalu tidak diakui.

“Jadi rasanya tidak relevan apabila Musda 14 Februari lalu tidak diakui, karena para pihak organisasi diatasnya maupun dibawahnya sudah memanfaatkan fungsi administratif dari DPD hasil Musda,” tegasnya.

Epriyanto berharap, seluruh pengurus di 27 kabupaten dan kota dapat kembali fokus pada pembinaan olahraga bola basket di Jawa Barat.

Mengingat, sudah banyak agenda olahraga besar yang menanti dalam beberapa tahun ke depan.

“Mudah-mudahan ini juga bisa menjadi hal yang positif. Ini juga pembelajaran secara organisasi dan jangan sampai ada kepentingan-kepentingan pribadi,” ujarnya.

“Ini semua harus mengakar kepada kepentingan organisasi sendiri dan juga bola basket sendiri,” pungkasnya.