banner 500x188

A Yamin Dorong Pelestarian Seni Budaya Sunda di Tengah Perkembangan Zaman Modern

Anggota DPRD Jabar A Yamin memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan seni budaya, khususnya seni bela diri pencak silat.
Anggota DPRD Jabar A Yamin memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan seni budaya, khususnya seni bela diri pencak silat. (foto: istimewa)

JuaraNews, Bandung – Anggota DPRD Jabar A Yamin memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan seni budaya, khususnya seni bela diri pencak silat.

Salah satu upaya yang dilakukan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar tersebut, yakni dengan menggagas kegiatan Sapa Budaya Jabar di Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut digagas sebagai ruang temu antara budaya, seni bela diri, serta upaya pelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman modern.

“Kita harus punya citra daerah sendiri. Kalau bukan kita yang mencintai budaya kita, siapa lagi? Perkembangan teknologi itu perlu, tapi budaya asli tetap kita pertahankan sebagai identitas orang Sunda, orang Jawa Barat,” ungkap A Yamin.

Baca JugaKomisi V DPRD Jabar Minta Pemerintah Serius Perhatikan Sektor Sosial dan Keagamaan

Anggota Komisi V DPRD Jabar tersebut menyampaikan dukungan terhadap persatuan pencak silat di tingkat kecamatan yang selama ini aktif mengembangkan seni bela diri tradisional. Ia menyebut telah menyiapkan program pembinaan rutin setiap 3 bulan agar generasi muda terus menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya Sunda.

“Kalau tidak ada support dari kita, siapa yang akan mendukung? Kita dorong supaya anak-anak yang dibina dapat menularkan kepada teman-temannya sehingga identitas Sunda tidak hilang,” tegasnya.

Baca Juga: A Yamin: Konsolidasi Internal Partai Perkuat Branding Anggota Dewan di Masyarakat

Ia juga menitip pesan kepada generasi muda dan masyarakat luas agar terus memelihara budaya lokal. Baginya, masa depan budaya Sunda ada pada kemauan warganya sendiri untuk menjaga dan mengembangkannya.

“Kalau bukan orang Sunda yang mencintai dan membesarkan budaya kita, kita akan dibesarkan dan dipelihara oleh siapa lagi? Generasi muda harus tahu identitas kita adalah orang Sunda,” tegasnya. (den)