JuaraNews, Bandung – Tim Persib Bandung langsung mengalihkan fokusnya untuk kembali berjuang mempertahankan gelar juara di ajang Super League 2025-2026, setelah dipastikan gagal melaju ke Perempet Final AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026.
Kegagalan Persib Bandung melaju ke babak selanjutnya tersebut tak lepas dari hasil Leg 2 babak 16 Besar, setelah hanya menang 1-0 atas Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Rabu (18/2/2026) malam. Pada laga kali ini, gol tunggal Maung Bandung dicetak Andrew Jung pada menit 40. Sayang kemenangan tipis tersebut tak cukup mengantarkan Persib Bandung ke Perempat Final, karena kalah agregat dari Ratchaburi yang berhasil menang 3-0 pada Leg 1 di Thailand, 11 Februari lalu.
Baca Juga: Hanya Menang 1-0 atas Ratchaburi, Persib Bandung Gagal ke Perempat Final ACL 2
Dengan kegagalam tersebut, Pelatih Persib Bojan Hodak pun langsunh menginstruksikan timnya untuk segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Dengan jadwal padat yang menanti, yakni 2 laga dalam 8 hari ke depan, pemulihan dan konsentrasi menjadi prioritas utama.
“Kami sudah tersingkir, tapi tidak apa-apa. Sekarang, kami fokus ke Liga. Dalam 4 hari ada satu pertandingan, 8 hari kemudian pertandingan kedua. Jadi, kita harus fokus pada itu,” ungkap Hodak dalam sesi konferensi pers seusai laga di Stadion GBLA.
Susuai jadwal yang dirilis operator Super League, i-Leageu, tim Persib Bandung akan kembali melakoni laga pada Pekan 22, menghadapi Persita Tangerang di Stadion GBLA, Minggu (22/2/2026). Selang 4 hari kemudian, Maung Bandung menjamu Madura United, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga: Kejar Defisit 3 Gol dari Ratchaburi, Pelatih Persib Bandung Sebut Semuanya Mungkin dalam Sepak Bola
Persib Bisa Menang Lebih Mudah jika Bemain dengan 11 Orang
Soal jalan laga kontra Ratchaburi, Hodak sendiri menilai, para pemain sebenarnya tampil cukup baik selama 45 menit pertama. Meskipun lawan bertahan, Persib Bandung mampu mencetak gol dan menciptakan beberapa peluang, termasuk satu gol yang dianulir wasit.
Sayangnya pada menit 45+6, Uilliam Barros harus mendapat hukuman kartu merah langsung dan diusir keluar lapangan. Sehingga saat memasuki babak kedua, Persib Bandung harus bermain dengan 10 orang. Hodak meyakini, jika situasi pertandingan berjalan normal 11 lawan 11 di babak kedua, timnya memiliki peluang besar untuk lolos ke Perempat Final.
Hodak mengakui, penyebab utama kegagalan Persib bukan hanya terjadi pad Leg 2 ini, tapi performa buruk pada Leg 1. Menurutnya, pada pertemuan pertama, timnya tidak berada di level permainan yang seharusnya sehingga menyulitkan posisi mereka saat ini. “Ya, tapi kami berhasil menang. Kami menang ini dengan skor yang lebih meyakinkan. Dan saya percaya, jika kami memiliki 11 pemain penuh, kami pasti akan menang lebih mudah,” tegas Hodak.
Baca Juga: Unggul Agregat 3-0, Worrawoot Tegaskan Ratchaburi takkan Lakukan Parkir Bus
Pada laga kali ini, Coach Hodak sendiri tampak kecewa dengan kepemimpinan wasit asal Arab, Majed Mohamed Alshamrani. Menurutnya, banyak keputusan wasit yang merugikan timnya, di antaranya kartu merah langsung yang diberikan kepada Barrros.
“Tentu saja, saya tidak bisa berbicara tentang wasit. Karena saya tidak punya cara untuk membahas karakter atau banyak hal seperti itu. Tapi kami akan kirim laporan ini ke AFC. Saya percaya mereka akan menjawab, dan kami akan lihat hasilnya. Tapi tidak ada yang akan berubah, kami sudah tersingkir,” ujar Hodak. (den)






