JuaraNews, Bandung – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Saeful Bachri, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen bola basket antar pelajar SMP dan SMA/SMK yang digelar oleh Yayasan Pendidikan dan Pembinaan (YPP) MKP Balenda pada awal tahun 2026.
Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting bagi kebangkitan dan pembinaan olahraga bola basket di Kabupaten Bandung.
Saeful menyampaikan terima kasih atas inisiatif penyelenggaraan turnamen tersebut, sekaligus menegaskan komitmen Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Bandung untuk terus memberikan dukungan ke depan.
Baca Juga: Program MBG Dongkrak Ekonomi Desa, Saeful Bachri Minta Warga Aktif di Rantai Pasok
“Atas nama Perbasi Kabupaten Bandung, kami mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara. Ke depan kami siap mendukung kegiatan-kegiatan serupa yang digelar YPP MKP Balenda,” ujarnya. Sabtu (7/2/2026).
Menurut Saeful, perkembangan bola basket di Kabupaten Bandung saat ini menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal tersebut tidak terlepas dari peran Perbasi yang fokus pada pengelolaan klub, bukan sekolah, karena sekolah berada di bawah kewenangan KOPSI.
Saat ini, lanjut Saeful, terdapat sekitar 30 klub bola basket yang aktif di Kabupaten Bandung. Ia mendorong para pelajar untuk tidak hanya berlatih di sekolah, tetapi juga bergabung dengan klub guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan secara lebih optimal.
Baca Juga: Laga kontra Borneo FC Diundur, Persib Bandung Bertekad Melaju ke Perempat Final ACL 2
“Klub itu penting untuk membantu peningkatan skill adik-adik semua. Jadi jangan hanya sekolah, tapi silakan bergabung dengan klub-klub yang ada,” katanya.
Selain itu, Saeful juga mengungkapkan upaya Perbasi Kabupaten Bandung untuk mendorong agar bola basket dapat masuk sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
“Kami ingin melalui KOPSI mengusulkan agar bola basket masuk sebagai cabang olahraga di O2SN. Dengan begitu, semarak dan pembinaan bola basket di Kabupaten Bandung bisa terus meningkat,” jelasnya.
Baca Juga: Jam Malam Pelajar Masih Berlaku, Pemkot Bandung Siap Evaluasi dan Awasi Gang
Ia menilai antusiasme 28 tim yang ambil bagian dalam turnamen perdana tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa. Menurutnya, ajang ini tidak semata mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana melatih diri, mengasah keterampilan, serta membentuk karakter pelajar melalui olahraga.
“Ini bukan hanya soal juara, tapi pendidikan karakter. Harus ada kesinambungan antara latihan dan pertandingan agar kemampuan terus terasah,” tegas Saeful.
Baca Juga: Polisi Periksa Ponsel Pelajar SMK yang Tewas Usai Loncat dari Flyover Pasupati
Melalui ajang KP Hoop Station ini, Saeful berharap para peserta dapat menjadikannya sebagai wadah untuk menampilkan kemampuan terbaik.
Ia juga mendoakan agar dari kegiatan tersebut lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hingga tingkat nasional dan internasional. (dsp)





