banner 500x188

Paruh Baya Tewas seusai Beri Napas Buatan pada Anak Tenggelam di Sungai Cikapundung Kolot

Warga Gang Kurnia, Kota Bandung digegerkan oleh peristiwa tewasnya Alkana (9) dan Yudi (55) di Sungai Cikapundung Kolot, Sabtu (7/2/2026).
Warga Gang Kurnia, Kota Bandung digegerkan oleh peristiwa tewasnya Alkana (9) dan Yudi (55) di Sungai Cikapundung Kolot, Sabtu (7/2/2026). (foto: istimewa)

JuaraNews, Bandung – Warga Gang Kurnia, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung digegerkan oleh peristiwa tewasnya Alkana (9) dan pria paruh baya, Yudi (55) di Sungai Cikapundung Kolot, Sabtu (7/2/2026).

Alkana tewas setelah tenggelam di aliran sungai, sementara Yudi menghembuskan nafas terakhir seusai memberikan bantuan napas buatan kepada salah seorang korban selamat.

Obi (30), warga yang ikut mengevakuasi korban mengatakan, kronologi kejadian berawal saat 4 bocah bermain di bantaran Sungai Cikapundung Kolot. Tiga di antara 4 bocah itu turun ke sungai. Namun mereka tak menyadari air sungai cukup dalam sekitar 5 meter. Akibatnya, tiga bocah tenggelam.

Namun hanya 1 bocah yang berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan 2  anak lainnya tenggelam. Teman korban berteriak minta pertolongan warga. “Saya lagi tidur terus terbangun karena mendapat kabar ada anak yang tenggelam. Saya keluar rumah lalu loncat ke sungai,” kata Obi.

Obi menjelaskan, 2 dari 3 bocah yang turun ke sungai berhasil di selamatkan. Sedangkan korban Alkana tenggelam ke dasar sungai sehingga sulit di temukan. Tak lama kemudian, tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung, kepolisian, dan TNI tiba di lokasi kejadian.

“Petugas menyisir lokasi terakhir korban tenggelam dari petunjuk Obi. Tim SAR pakai alat selam, alhamdulilah korban ditemukan di titik yang saya tunjuk,” ujar Obi.

Baca JugaMacan Tutul Teror Kampung Maruyung Pacet, 3 Warga Alami Luka Gigitan

 

Beri Napas Buatan lalu Pingsan

Di tengah proses itu, tutur Obi, pria paruh baya yang belakangan diketahui bernama Yudi memberikan pertolongan pertama kepada anak yang tenggelam dengan napas buatan. “Pria paruh baya itu ngasih napas buatan lah. Kirain saya, pria itu bapaknya si anak. Soalnya, setelah itu (memberikan napas buatan) dia (pria paruh baya) meluk si anak. Gak taunya (pria paruh baya) pingsan,” tutur Obi.

Pria paruh baya bernama Yudi di bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tak tertolong.

Baca JugaWarga Amerika Tewas di Apartemen GAA Bandung, Polisi Pastikan tak Ada Tanda Kekerasan

Kapolsek Batununggal Iptu Ahmad Rifai membenarkan peristiwa itu. Alasan 3 bocah, termasuk korban, masuk ke sungai karena melihat bola terapung. Warga sempat melarang, namun korban dan dua temannya tak menghiraukan. Mereka tetap masuk ke sungai untuk mengambil bola tersebut.

“Mereka (empat anak) lagi main. Empat bocah itu melihat ada bola di sungai. Mereka mau ambil, akhirnya tenggelam,” kata Iptu Ahmad Rifai.

Saat ini, bocah yang tewas tenggelam telah di serahkan kepada pihak keluarga untuk di kebumikan. Iptu Ahmad Rifai menyatakan, dalam kejadian ini, seorang pria paruh baya juga meninggal di duga karena serangan jantung. Korban meninggal saat mencoba menyelamatkan korban dengan napas buatan. “Pria paruh baya meninggal waktu proses penyelamatan,” ujar Iptu Ahmad Rifai. (den)

Baca Juga:Erwin dan Awangga Tersangka Kasus Korupsi Masih Berkeliatan, Begini Kata Kejari