banner 500x188

Macan Tutul Teror Kampung Maruyung Pacet, 3 Warga Alami Luka Gigitan

Macan tutul berukuran besar yang meneror warga Kampung Maruyung, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Kamis (5/2/2026).
Macan tutul berukuran besar yang meneror warga Kampung Maruyung, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Kamis (5/2/2026). (foto: istimewa)

JuaraNews, Bandung – Macan tutul berukuran besar yang meneror warga Kampung Maruyung, Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Kamis (5/2/2026).

Berkat kesigapan petugas gabungan dan warga, hewan buas itu sempat berkeliaran di permukiman dan melukai 3 warga setempat tersebut akhirnya berhasil ditangkap.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, penanganan di lakukan secara terukur melibatkan unsur TNI, Damkar, Satpol PP, dan linmas. Saat itu, warga telah berhasil mengepung macan tutul tersebut. Macan tutul yang panik terjebak di pagar rumah warga sehingga bisa di amankan.

“Kami berkoordinasi dengan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) agar evakuasi satwa bisa di lakukan secara aman,” ungkap Kombes Hendra.

Hendra menjelaskan, tim gabungan berhasil mengamankan macan tutul sekitar pukul 10.30 WIB menggunakan jaring setelah tersudut di pagar besi rumah warga. Hewan buas itu kini di tempatkan sementara di Polsek Pacet sambil menunggu tim BKSDA untuk proses evakuasi lanjutan.

“Macan tutul di evakuasi dalam kondisi hidup. Kemudian di bius oleh petugas BKSDA untuk selanjutnya ditangani sesuai prosedur konservasi,” ujar Kombes Hendra.

Baca JugaMacan Tutul Masuk Hotel di Bandung, Petugas Butuh 3 Jam Lakukan Evakuasi

 

Tiga Warga Setempat Kena Gigitan

Kombes Hendra menjelaskan, 3 warga mengalami luka gigitan saat beraktivitas di sekitar lokasi sebelum area di sterilisasi petugas Kepolisian. “Ketiga korban mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pacet. Saat ini, kondisi tiga korban serangan macan tutul, stabil,” jelasnya.

Video macan tutul masuk permukiman warga Kampung Maruyung, viral di media sosial (medsos). Dalam video tampak hewan buas tersebut berkeliaran, melompat dari rumah warga.

Kehadiran macan berukuran besar itu membuat warga panik. Mereka berlarian saat sang macan melompat dan berlari. Namun saat macan terjebak di pagar rumah, warga berdatangan mengerumuni hewan buas tersebut.

Baca JugaAsal-Usul dan Kesaktian Pusaka Kujang Prabu Siliwangi

Kahumas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar Eri Mildranaya mengatakan, BBKSDA Jabar menerima laporan macan tutul turun dari habitat hutan ke permukiman warga. Tim BBKSDA Jabar meluncur ke lokasi kejadian untuk mengamankan macan yang telah berhasil di tangkap warga.

“Macan tutul sudah di amankan warga. Tim dalam perjalanan (ke Kampung Maruyung, Pacet),” kata Eri Mildranaya saat dikonfirmasi wartawan.

Namun Eri belum bisa menjelaskan detail kronologi macan tutul masuk ke permukiman warga. Di ketahui, peristiwa macan masuk ke pemukiman warga telah beberapa kali terjadi. Pada 2025, macan tutul sempat masuk ke salah satu hotel di Jalan Setiabudi, Kota Bandung.

Selain itu, terdapat macan yang turun ke pemukiman warga di Kabupaten Kuningan pada 2025 lalu. Sementara itu pada awal Januari 2026, seekor macan tutul terluka terekam kamera trap di hutan Gunung Sanggabuana Karawang.

Baca JugaAntisipasi Penimbunan Bahan Pokok jelang Ramadan, Polda Jabar Sidak Pasar di Bandung

Kombes Hendra menambahkan, petugas kepolisian melakukan penyelidikan terkait kemunculan macan di permukiman warga. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat segera melapor jika mengetahui hewan buas berkeliaran di permukiman dan tidak melakukan tindakan sendiri.

“Kami mengutamakan keselamatan masyarakat. Kerja sama dan kecepatan laporan dari warga sangat membantu dalam penanganan kejadian seperti ini,” pungkas Hendra. (den)