banner 500x188

DPRD Jabar Tekankan Keselamatan Siswa, Evaluasi Sekolah Rawan Harus Menyeluruh

DPRD Jabar menegaskan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan dan pengelolaan sarana pendidikan. 
DPRD Jabar Tekankan Keselamatan Siswa, Evaluasi Sekolah Rawan Harus Menyeluruh. (foto: humas jabar)

JuaraNews, Bogor – Pasca ambruknya bangunan SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan dan pengelolaan sarana pendidikan.

Peristiwa tersebut dinilai menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan agar tidak mengabaikan aspek keamanan bangunan sekolah.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Aceng Malki, menyatakan bahwa insiden tersebut tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik bangunan, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan kelangsungan proses belajar mengajar siswa.

Baca Juga: Polrestabes Bandung Gelar Operasi Patuh 2025, Fokus 8 Pelanggaran

“Keselamatan siswa tidak boleh dikompromikan. Ketika bangunan sekolah bermasalah, yang paling dirugikan adalah peserta didik karena aktivitas belajar mereka terganggu,” ujar Aceng.

Menurutnya, ambruknya bangunan SMAN 2 Gunung Putri menunjukkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sekolah-sekolah lain, khususnya bangunan yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai, pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek harus dilakukan secara ketat.

Aceng juga menyoroti lambatnya penanganan pascakejadian, yang berpotensi memperpanjang gangguan kegiatan belajar mengajar. Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat segera mempercepat proses perbaikan agar siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Baca Juga: Dugaan Nepotisme di PDAM Tirtawening, DPRD Bandung Dorong Audit Menyeluruh

“Bangunan yang rusak hingga kini belum diperbaiki. Padahal, banyak siswa yang sangat membutuhkan ruang kelas. Perbaikan harus dipercepat dan diselesaikan sebelum tahun ajaran baru,” katanya.

Lebih lanjut, Komisi V DPRD Jawa Barat mendorong dinas terkait untuk melakukan pemetaan sekolah-sekolah yang berpotensi rawan secara struktural. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di daerah lain.

“Evaluasi tidak boleh berhenti di satu kasus saja. Ini harus menjadi momentum untuk memastikan seluruh bangunan sekolah di Jawa Barat benar-benar aman bagi siswa dan tenaga pendidik,” pungkas Aceng. (dsp)