JuaraNews, Bandung – Aktivitas jual beli di Pasar Sadangserang, Kota Bandung, berlangsung ramai sejak pagi. Antusiasme warga tampak jelas saat mereka berburu kebutuhan dapur, terutama ikan segar yang menjadi komoditas favorit.
Sejak fajar menyingsing, warga langsung menyerbu berbagai lapak untuk mengamankan bahan pangan terbaik, khususnya ikan segar.
Pantauan di lapangan memperlihatkan suasana yang kontras dengan sunyinya pagi. Para pedagang cekatan melayani arus pembeli yang terus berdatangan. Tangan-tangan terampil mereka sibuk membersihkan sisik dan menimbang pesanan, diiringi riuh tawar-menawar khas pasar yang melegenda.
Baca Juga: Farhan Pastikan Stok Kepokmas di Bandung Aman dan Harga Masih Terkendali
Kesegaran Jadi Alasan Utama
Bagi Siti (45), datang pagi buta menjadi kunci utama. Ia rutin menyambangi pasar tradisional ini demi kualitas yang tetap terjaga.
“Kalau datang pagi, saya punya banyak pilihan ikan yang masih sangat segar. Harganya juga jauh lebih ramah di kantong dibanding belanja siang hari,” tutur Siti sambil menenteng belanjaannya, Selasa (3/2/2026).
Senada dengan Siti, Rina (38) memilih pasar tradisional karena faktor kepercayaan. Ia mengaku pengalaman berbelanja langsung memberikan kepuasan tersendiri.
“Saya bisa melihat langsung prosesnya. Keramahan para pedagang juga membuat saya merasa lebih tenang dan percaya dengan barang yang saya beli,” ungkapnya.
Baca Juga: Wali Kota dan Menteri Perdagangan Pantau Pasar Cihapit, Harga Pangan Stabil
Stok Segar Langsung dari Pemasok
Ida (52), salah satu pedagang ikan kawakan di pasar tersebut, membenarkan bahwa arus pembeli paling padat mengalir pada pagi hari. Ia bersama rekan sesama pedagang, termasuk Asep, bekerja cepat sejak pemasok mengirim stok ikan.
“Ibu-ibu biasanya sengaja datang lebih awal supaya tidak kehabisan ikan kualitas terbaik. Stok ikan baru saja datang dan masih segar semua. Biasanya dagangan ludes sebelum tengah hari,” jelas Asep di sela kesibukannya melayani pelanggan.
Aktivitas di Pasar Sadangserang ini membuktikan bahwa pasar tradisional tetap memiliki daya pikat kuat. Di tengah gempuran pasar modern, denyut ekonomi rakyat terus berdetak kencang melalui interaksi hangat dan kesegaran produk yang mereka tawarkan. (dsp)







