banner 500x188

Keluhan Insentif RT Mengemuka dalam Dialog Rakyat DPRD Jabar di Jatibarang

Keluhan Insentif RT Mengemuka dalam Dialog Rakyat DPRD Jabar di Jatibarang
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar, Hj Ratnawati saat Dialog dialog rakyat di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. (Foto:Istimewa)

JuaraNews, Indramayu – Warga di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu mengeluhkan Insentif RT.

Keluhan warga tersebut disampaikan kepada Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat, Hj Ratnawati saat dialog rakyat yang digelar Anggota DPRD Jawa Barat.

Baca Juga:RPJMD Jabar 2025-2029 Resmi Disahkan, Prioritaskan Pemerataan Pembangunan

Warga menilai insentif bagi ketua RT masih belum ideal dan membutuhkan perhatian pemerintah. Keluhan disampaikan dalam dialog rakyat yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Ratnawati.

Selain insentif RT, warga juga menyampaikan aspirasi terkait guru madrasah serta kebutuhan pelayanan masyarakat lainnya. Ratnawati menyebut semua catatan warga akan dibawa ke DPRD Jawa Barat untuk dibahas lintas komisi.

“Laporan ini pasti kami bawa. Saya di Komisi 3, dan ada banyak teman di komisi pemerintahan, sosial, pendidikan,” kata Ratnawati, Sabtu (6/12/2025) lalu.

Baca Juga:Respon Cepat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Atasi Keluhan Warga

Ratnawati menjelaskan bahwa fokus anggaran provinsi saat ini lebih diarahkan pada pembangunan infrastruktur. Kondisi itu membuat bantuan keagamaan dan beberapa pos lainnya ditunda sementara.

“Kang Dedi Mulyadi sedang menyetop dulu bantuan hibah keagamaan. Fokus kami sekarang ke jalan, irigasi, kesehatan, dan pendidikan. Banyak sekolah sedang dibangun tahun ini dan tahun depan,” ungkapnya.

Ia menyebut kunjungannya ke Jatibarang Baru dilakukan setelah mengetahui minimnya aspirasi dari wilayah tersebut pada tahun anggaran 2026.

“Saya tuh sempat ngenes. Tahun 2026 itu aspirasi saya tidak masuk ke Jatibarang,” ujarnya.

Baca Juga:Fraksi Demokrat Jabar Pastikan Kawal Aspirasi Rakyat

Ratnawati memastikan akan tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk melalui jalur pusat.“Kalau hibah provinsi tidak bisa, saya masih bisa colek suami saya di DPR RI,” tegasnya. (*)