banner 500x188

IFBEX 2026 Bandung Resmi Hadirkan Puluhan Brand dan Peluang Usaha

International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2026 resmi dibuka di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (6/2/2026).
International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2026 resmi dibuka di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Jumat (6/2/2026). (foto: juaranews/agus warsudi)

JuaraNews, Bandung – International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2026 resmi dibuka di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat (6/2/2026).

Pameran usaha franchise atau waralaba pertama di Kota Bandung ini menghadirkan lebih dari 70 brand waralaba dan peluang usaha bagi investor. Gelaran IFBEX 2026 Bandung berlangsung selama 3 hari, mulai Jumat hingga Minggu (6-8/2/2026).

CEO Myevent Promosindo Asia Karen Wiraraharja mengatakan, IFBEX 2026 menawarkan ekosistem bisnis waralaba, kemitraan, dan peluang usaha. Tujuannya, kata Karen, mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penguatan sektor franchise atau waralaba, kemitraan, peluang usaha, lisensi, keagenan, sistem distribusi, dan brand pendukung bisnis.

Karena mengatakan, Kota Bandung dipilih sebagai tempat penyelenggaraan IFBEX 2026 karena dinilai punya potensi ekonomi sangat baik. IFBEX, ujar Karen, ingin menjadi jembatan antara investor dengan brand potensial yang siap berkembang.

“Bandung banyak produk lokal yang perlu di dorong menjadi waralaba dengan kemitraan berskala nasional. Kami mendukung ekosistem waralaba lebih baik,” ujar Karen.

IFBEX, tutur Karen, telah berkembang menjadi ekosistem bisnis waralaba terpadu. Ajang ini mempertemukan pelaku usaha dari berbagai industri. “Kami berharap pameran ini di hadiri oleh semua kalangan, baik pelaku usaha, investor, karyawan yang ingin berbisnis, maupun mahasiswa,” tutur Karen.

Baca JugaPeringati HUT ke-6, Bio Farma Group Tegaskan Semangat Pertumbuhan

 

Ekosistem Bisnis Waralaba Terpadu

Ketua Umum HIKPI dan CEO DK Consulting Djoko Kurniawan mengatakan, IFBEX 2026 bertujuan untuk membangun ekosistem bisnis waralaba, kemitraan, dan peluang usaha terintegrasi di Indonesia. ”Kami ingin agar pelaku bisnis bisa ikut pameran yang pas untuk memasarkan produk dan bertemu dengan investor yang tepat,” kata Djoko.

Djoko menegaskan, IFBEX 2026 Bandung bukan sekadar pameran, tapi juga ingin meningkatkan semangat kewirausahaan lewat kampus. “Karena itu, IFBEX 2026 Bandung menggelar Business Proposal Competion Young Entrepreneur,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Septo Soepriyatno mendukung penuh IFBEX 2026. Septo optimistis IFBEX mampu menstimulasi pertumbuhan wirausahawan baru di Indonesia.

Berdasarkan data, ujar Septo, rasio pelaku usaha di Indonesia baru 3,26 persen. Angka ini jauh tertinggal dari negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura yang telah mencapai 8 persen. “Kami ingin ke depan, sebagaimana tujuan menjadi negara maju di 2045, indeks kewirausahaan minimal di angka 10 sampai 12 persen,” kata Septo.

Septo mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam IFBEX 2026 Bandung dalam mengakselerasi bisnis waralaba di Indonesia, termasuk membidik pasar luar negeri. “Potensi untuk berkembangnya pelaku usaha di Tanah Air, waralaba khususnya, go global itu sangat terbuka lebar. Masyarakat luar negeri sangat menyukai produk-produk dari Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan Deputi Bidang Pengembangan strategis Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Cecep Rukendi menegaskan, pemilihan Bandung sebagai lokasi IFBEX 2026, sangat tepat, Sebab, kata Cecep, Kota Bandung merupakan episentrum kreativitas seperti kuliner dan ekonomi kreatif (ekraf). “Kami mengucapkan terima kasih buat My Event maupun HIKPI yang sudah membawa event ini ke Bandung,,” kata Cecep.

Baca Juga: Cerdas Berinvestasi: 5 Hal Penting Sebelum Memilih Platform Investasi Emas Digital

 

Jawa Barat Pasar Potensial Waralaba

Asisten Daerah (Asda) 2 Setda Pemprov Jabar Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Sumasna mengatakan, IFBEX 2026 bukan sekadar pameran bisnis waralaba, tetapi juga ruang strategis dalam membangun jejaring, perluasan kemitraan, dan mendorong lahirnya wirausahawan baru.

Menurut Sumasna, laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jabar 5,32 persen secara year on year di 2025, akan semakin terdongkrak dengan perluasan sektor UMKM.

Apalagi, kata dia, dengan jumlah penduduk yang mencapai 51,7 juta jiwa, Jawa Barat merupakan pasar potensial bagi produk-produk waralaba.

“Semoga penyelenggaraan IFBEX 2026 Bandung dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat struktur perekonomian Jawa Barat,” kata Sumasna.

Baca Juga: Mulai Februari, Rute Commuter Line Bandung Raya Diperpanjang Hingga Stasiun Cicalengka

Myevent Promosindo Asia, penyelenggara pameran, menargetkan IFBEX 2026 di hadiri 10 ribu pengunjung, baik masyarakat umum maupun investor. Tiket masuk IFBEX 2026 Bandung sangat terjangkau hanya Rp20 ribu. Di pameran ini, pengunjung akan mendapatkan berbagai promo menarik seperti potongan harga untuk investasi hingga ratusan juta rupiah, program cicilan kemitraan, voucher, hingga hadiah.

Selain pameran dan edukasi bisnis, IFBEX 2026 semakin meriah dengan hiburan live music, kampanye artis, dan sesi jejaring bisnis. Para pengunjung juga berkesempatan memperoleh souvenir dari IFBEX. Sementara investor yang bertransaksi berpeluang memenangkan doorprize berupa sepeda motor, televisi, emas, dan uang tunai. (den)