JuaraNews, Bandung – GOR C-Tra Arena resmi berganti nama menjadi Bandung Arena, perubahan tersebut diumumkan saat laga Satria Muda Pertamina Bandung vs Pacific Caesar Surabaya, Jumat (30/1/2026).
Pertandingan kandang perdana Satria Muda Pertamina Bandung di musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026 ini, sekaligus menjadi momen penting.
Lantaran, menjadi momen perkenalan resmi Bandung Arena sebagai rumah baru Satria Muda dan bagian dari penguatan identitas basket profesional di Kota Bandung.
Pada kesempatan tersebut, hadir sejumlah tokoh penting nasional dan daerah, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir.
Baca Juga: Satria Muda Kembali Raih Kemenangan di IBL 2026
Kemudian, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glenn Sugita, Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan.
Hadir pula Presiden Satria Muda Pertamina Bandung Baim Wong, CEO IBL Junas Miradiarsyah, serta jajaran pemangku kepentingan olahraga lainnya.
Managing Director Satria Muda Pertamina Bandung, Christian Ronaldo Sitepu, mengatakan Bandung kini telah menjadi rumah bagi Satria Muda.
“Tidak hanya sebagai lokasi pertandingan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan komunitas basket yang memiliki semangat, antusiasme, dan budaya olahraga yang kuat di kota ini,” ucapnya.
Baca Juga: Nestlé MILO Konsisten Dukung Pembinaan Olahraga, Support Liga Mahasiswa 2025 Basketball
“Bandung Arena akan menjadi ruang yang mendorong prestasi tim sekaligus menghadirkan pengalaman pertandingan yang kompetitif dan berkelas bagi para pendukung Satria Muda,” ujarnya.
Manajemen Satria Muda memiliki harapan Bandung Arena mampu memperkuat ekosistem basket Bandung secara menyeluruh.
“Semoga arena ini dapat menjadi simbol energi baru bagi perkembangan bola basket di kota ini, terutama bagi Satria Muda Pertamina Bandung,” ungkapnya.
Harapan Deputy CEO PT PBB
Sementara itu, Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, menilai bahwa Bandung Arena merupakan representasi dari visi besar Bandung sebagai kota olahraga.
“Kehadiran Satria Muda di Bandung memberikan kontribusi penting bagi penguatan identitas basket Bandung di tingkat nasional,” katanya.
“Bandung Arena tidak hanya berfungsi sebagai venue pertandingan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan klub, atlet, suporter, dan masyarakat dalam satu semangat sportivitas,” ungkapnya.
Lebih lanjut Adhitia menuturkan, sinergi antar pemangku kepentingan olahraga di Bandung menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.
“Harapan saya, Bandung Arena dapat menjadi pusat aktivitas basket profesional yang membanggakan, sekaligus mendorong Bandung untuk terus melahirkan prestasi dan atmosfer pertandingan yang kuat di setiap laga kandang,” jelasnya.







